Diduga pengendara motor atau mobil, kerap merokok saat mengemudi dan membuang puntung rokoknya sembarangan.
"Yang pertama mohon maaf, tanpa menuduh, kebanyakan orang yang memakai kendaraan, roda dua atau roda empat merokok dan membuang puntung sembarangan yang membuat hutan terbakar. Itu sering terjadi," kata Yani kepada korankaltim.com di kantornya Jalan Juanda, Senin (28/12/2020) hari ini.
Selain itu banyak masyarakat yang membuka perkebunan dengan cara membakar lahan. Terbukti ada dua orang yang harus tersangkut kasus pidana.
"Untuk pencegahan, kami coba ganti metode sosialisasinya," lanjutnya.
BPBD Bontang rutin menggelar patroli bukan untuk mencari dimana titik api tapi mendatangi orang-orang yang akan membuka lahan.
"Dengan persuasif kami datang kesana, untuk dialog dan juga memberikan masukan ini dan itu. karena Covid-19, kami juga bagikan masker," sebut Yani.
Selain faktor manusia, karhutla juga ia sebutkan terjadi karena faktor cuaca ekstrem.
"Seperti di bulan Maret lalu, karena cuaca panas, titik api disebabkan oleh dahan yang saling bergesekan, akhirnya menimbulkan Api. Itu karena panas sekali cuacanya," terangnya.
Yani berharap untuk warga ikut melakukan upaya mencegah kebakaran hutan. Mulai dengan tidak membuang puntung rokok dan juga tak membakar lahan sembarangan. (*)
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor; Aspian Nur