Hal itu untuk membuat perhelatan adu gagasan itu, untuk lebih steril baik di dalam maupun di luar gedung.
"Apalagi yang diperbolehkan datang dibatasi. Hanya dua pasangan calon, dan 4 orang perwakilan tim sukses atau tim kampanye," terang Erwin dihubungi awak media, Jumat (13/11/2020).
Ditanya soal tema yang di usung Ketua KPU Bontang menyebutkan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pembahasan. Ia menargetkan akan merampungkan dalam rapat koordinasi yang rencananya akan digelar Minggu (15/11/2020) Mendatang.
Sementara itu, para panelis juga disebutkan kini tengah menyusun materi debat.
Para panelis pun, berasal dari kalangan akademisi. Mulai dari Aji Ratna Kusuma (Guru besar perencanaan pembangunan Fisipol, Universitas Mulawarman), Rahmawati Thaha (Dosen FEB UNMUL, dan Sekretaris forum CSR Kaltim), Lilik Rukitasari (Dosen Fakultas Hukum Unijaya Bontang), Bambang Iswanto (Dekan Fakultas Syariah IAIN Samarinda), Syamsul Hadi (Dosen dan Advokat), Agusyani (Dosen dan Tenaga Ahli AKD di Sekretaris DPRD Kota Bontang).
“Mereka juga yang susun materi pertanyaan debat pertama sebelumnya,” sebutnya.
Meski dilangsungkan di kota tetangga, masyarakat tetap bisa menyaksikan jalannya debat. Pasalnya debat tetap disiarkan langsung oleh TVRI.
“Debat akan disiarkan secara langsung di TVRI dan akun Facebook KPU, serta YouTube seperti debat yang sebelumnya. Perhatikan betul-betul visi misi paslon, yang terpenting jangan golput,” pungkasnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Rusdi