Ia pun membenarkan pernah mengikuti kontestasi politik 2019 lalu. Namun, ia menegaskan tak lagi memiliki keterkaitan dari partai politik manapun, setelah mundur dari partai saat kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) berakhir. "Surat resminya memang baru muncul baru-baru ini," terang dia.
Selain itu, kemunculan dirinya di beberapa agenda partai, juga merupakan kerja-kerja dirinya yang berprofesi sebagai Master Ceremony (MC) dan kemampuannya sebagai moderator. "Profesi saya sebagai moderator dan MC. Itu memang sesuai dengan background saya," lanjutnya.
"Jadi saya menegaskan saya adalah orang netral. Karena saya tidak mengikuti politik praktis. Saya bukan tim sukses dari kandidat manapun," tegasnya. Meskipun begitu, ia tetap menerima jika harus diganti sebagai moderator. Ia berharap, siapapun moderator yang ditunjuk oleh KPU, tak mengalami kondisi yang serupa.
Ketua KPU Erwin menjelaskan, mekanisme pemilihan moderator, memang ditunjuk langsung oleh pihak KPU. Nirmala sari merupakan nama terakhir yang direkomendasikan setelah, dua lainnya belum bersedia.
"Kami juga memiliki keterbatasan database yang memiliki moderator yang mumpuni, dan mba Nirmala ini adalah nama terakhir yang muncul," ucapnya. "Namun karena kondisi gejolak sekarang emang agak berat. Kami harus memperhatikan apa yang kami lakukan. Meskipun keputusan Ini juga ada yang tidak puas," tandasnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Bambang Irawan