Namun, masyarakat juga wisatawan terlebih dahulu harus mendapatkan edukasi soal pentingnya melestarikan alam, terutama menjaga flora dan fauna yang alami tinggal di kawasan sungai itu.
"Kalo masyarakat masih bisa di edukasi, bahwa buaya itu tidak menganggu manusia, sepanjang kita tidak menganggu," kata Bambang ditemui usai agenda susur sungai Kanibungan, bersama Tim penilai, Panji-panji Keberhasilan Pembangunan Dari Dinas Parawisata Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (22/10/2020).
Menurutnya hal itu juga sejalan dengan konsep sektor Pariwisata, yang konsen kepada lingkungan. Untuk itu, saat ini pihaknya akan lebih dulu menyiapkan Sumber Daya Manusia.
"Makanya Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Guntung ini, kita lakukan pembinaan dulu. Berhubung para Tim Penilai juga konsen terhadap wisata, Ini mnejadi modal untuk menyiapkan segala sesuatunya," lanjutnya.
Selain itu, kawasan susur sungai bisa menjadi sektor ekoturisme. ditambah lagi, kawasan guntung masih memiliki nilai-nilai tradisi leluhur yang masih dijaga oleh masyarakat.
Ekoturisme yang dimaksud, yaitu salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.
"Diguntung ini tradisi masih terjaga, dan ini yang unik," tandasnya.[]
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Rusdi