Padahal, dalam program BETAH itu, pemerintah sudah menjadwalkan para Aparatur Sipil Negara (ASN), yang berada dilingkup masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergantian berbelanja di Pasar.
"Memang ada beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang datang, tapi cuma diluar-luar, Maksud saya, kalo ada pengunjung yang begitu, berpencarlah. Bagi-bagi lah juga di Lapak yang Jangan numpuk jadi satu," ucap Darmayanti, saat dikunjungi awak media, di lantai 3, Pasar Tamrin, Rabu (21/10/20).
Meskipun begitu, pedagang yang akrab disapa Yanti ini, menilai himbauan kepada ASN untuk berbelanja di pasar sesuai dengan salah satu subtansi Program BETAH itu pun juga tak maksimal.
"Biasanya bilang orang tiap jumat, ini nggak ada. Dari program itu dimulai baru sekali, itu pun saya cuma dapat Rp45 ribu" ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Diskop- UKMP Rita Atin Widiarti mengatakan, telah melakukan evaluasi, yang dilakukan, sepekan yang lalu.
"Sudah di adakan rapat evaluasi yg di hadiri juga temen-temen ketua asosiasi pasar," kata dia dihubungi media ini melalui WhatsApp.
Ia menerangkan, dalam hasil rapat itu pihaknya akan membentuk tim kecil untuk menjalankan dan memantau program tersebut.
"Tim mulai di susun dan secepatnya akan rapat tindaklanjut program BETAH," lanjutnya.
Selain itu, juga ada masukan untuk membuat inovasi yang akan dilakukan sebagai langkah untuk menunjang program itu.
"Kami sudah laporkan ke Pjs Walikota yang selanjutnya nanti akan di tindak lanjuti," lanjutnya.
"Salah satu contoh, kami membuat voucher belanja Rp5 ribu yang bisa ditukar di pasar tradisional ynag yang ada di Bontang," tandasnya.[]
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Rusdi