Dangan beberapa alasan itu, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim bersama Balai Taman Nasional Kutai (TNK), dibantu oleh Bhabinkamtibmas Loktuan, dan sejumlah warga, menyusuri perairan kampung Mandar, selama 3 jam. Dan, akhirnya Buaya tersebut, berhasil ditangkap, sekira pukul 00.50 WITA, Jumat (25/9/2020), dengan jarak dari daratan kurang lebih 500 hingga 700 meter.
"Buaya tersebut berukuran 2,8 meter. Penangkapan dilakukan oleh dua orang petugas BKSDA. Mereka melakukan pencarian di muara, yang jaraknya berkisar 500 sampai 700 meter dari daratan," kata Bhabinkamtibmas Loktuan Aipda Ahmad Bajuri, di hubungi media ini melalui Daring (Dalam Jaringan).
Saat di temukan, Bhabinkamtibmas Loktuan Aipda Ahmad Bajuri juga meyakini buaya itu, merupakan buaya yang menyerang An (14) saat berenang bersama rekan-rekannya, beberapa waktu lalu.
“Waktu kejadian ada gigi buaya yang nancap di paha korban, nah tadi waktu evakuasi dilihat ada yang hilang giginya," lanjutnya.
Rencananya, buaya itu akan direlokasi, ke Rawa Bening, Sangatta, Kutai Timur.
Meskipun sudah ditangkap, namun Bajuri mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat diperkirakan masih ada beberapa buaya yang berkeliaran di perairan Loktuan.
"Tetap hati-hati kalau beraktivitas di wilayah pesisir, kalau bisa jangan berenang dulu, jangan sampai ada korban lagi,” pungkasnya.
Selain itu, ia juga meminta agar dinas terkait, segera memikirkan rencana tindak lanjut, untuk persoalan buaya itu.
"Saya berharap agar pemerintah segera membuat penangkaran buaya di kota Bontang. Pemerintah harus memikirkan lahan untuk penangkaran buaya selain bisa untuk destinasi wisata juga bisa menaikkan PAD (Pendapatan Asli Daerah)," tandasnya.[]
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Rusdi