Kasus Covid-19 Tambah 13, Klaster HOP Terbentuk di Bontang, Klaster PKT juga Bertambah
2 menit baca805 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BONTANG- Penambahan jumlah pasien Covid-19 di Kota Bontang semakin masif terhitung tanggal 15 Agustus 2020.
2 menit baca805 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BONTANG- Penambahan jumlah pasien Covid-19 di Kota Bontang semakin masif terhitung tanggal 15 Agustus 2020.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang dr Bahauddin, saat menggelar rilis melalui zoom meeting, menyebut ada 8 orang lagi yang terkonfirmasi positif. Diidentifikasi sebagai pasien 82BTG, 83BTG, hingga 89BTG.
Sementara, untuk kasus klaster PKT ada tambahan lagi 5 pasien yang kemudian disebut pasien 90BTG hingga 94BTG.
Menurut Bahauddin, 8 orang yang terkonfirmasi positif tersebut, tiga orang berasal dari tracing klaster PKT dan lima berasal dari klaster baru yakni klaster HOP.
Dijelaskannya, untuk kasus 82BTG hingga 84BTG, merupakan satu keluarga dari klaster Perusahaan PKT.
Kemudian ada tambahan 5 kasus baru klaster HOP. “Kasus 82BTG, umur 53 tahun seorang perempuan, merupakan Ibu rumah tangga, kasus 83BTG seorang laki-laki pelajar, dan 84BTG juga laki-laki usia 21, riwayatnya pada 27 Juli, kepala keluarga salat subuh berjamaah berdampingan dengan kasus 30BTG di Musola ber-AC, kemudian siang hari keesokan harinya bapak yang bersangkutan mengalami gejala bersin-bersin dan demam. Pada 28 Juli malam, yang bersangkutan sudah tidak merasa demam tapi badan terasa pegal-pegal," ujarnya.
"Sementara kasus 83BTG demam tapi merasa sehat, 82BTG dan 84BTG pergi ke pasar, malam harinya 82-84BTG kembali demam dan batuk-batuk, memutuskan tidak ikut salat Ied,” sambung Bahauddin.
Kemudian pada 1 Agustus, kasus 82BTG dan 84BTG merasa sehat, pada 3 Agustus 84BTG makan siang dengan teman di warung, sore bermain futsal di indoor.
Pasien 82 dan 84BTG dan bersama satu anggota keluarga lain ikut rapid test massal, 3 orang reaktif, sementara bapaknya dan satu anggota keluarga lainnya pada saat test tidak ikut. Namun, sang bapak sudah diuji swab dan menunggu hasil.
Sementara untuk klaster HOP, lima orang ini tidak ada riwayat bepergian keluar kota. Kasus 85BTG, laki-laki (58) pada 12 Agustus jam 5 sore, datang ke Poli RS Swasta, dengan keluhan demam 8 hari. Sehari sebelumnya sudah berobat ke RS yang sama di poli yang sama denhan hasil rapid test reaktif.
“Diagnosa menderita penyakit pneumonia. Kemudian ditetapkan suspect Covid-19. Pada 12 Agustus dilakukan swab, dan 15 Agustus hasil swab keluar positif,” jelasnya.
Kasus 86BTG seorang laki-laki (55), datang ke klinik, melakukan pijat refleksi di salah satu tempat di terminal, kemudian 11 Agustus, dikirim ke rumah sakit dengan keluhan demam. Pada siang hari merasa sehat, malam demam lagi.
“5 hari sebelum masuk rumah sakit, disertai badan yang pegal-pegal selera makan menurun. Diagnosa masuk dicurigai DB, dilakukan rapid non reaktif. Pada 12 Agustus pemeriksaan lanjutan, dengan pemeriksaan radiologi pneumonia dan ditetapkan suspect covid 19. Pada 13 dilakukan swab, dan pada 15 Agustus keluar hasil positif. Dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit,” jelas Bahauddin.
Sementara itu, perkembangan klaster PKT dijelaskan Bahauddin, telah dilakukan sebanyak 4.681 swab. Hasil sudah keluar ada 947 orang.
“Selain yang sudah dirilis kemarin, 52 orang, hari ini dapat informasi 5 orang, yang disebut 90BTG hingga 94BTG, jadi total ada 57 orang. Tahap validasi belum ada sehingga kami belum bisa meriis lebih lanjut, data kualitatif, terkait alamat jenis kelamin, nanti kami sampaikan jika datanya sudah ada pada kami,” pungkasnya.
Penulis : cholisoh
Editor: M.Huldi

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG