Dan pada Sabtu (11/7/2020), sekitar pukul 21.00 WITA, tim paslon Adi Darma-Basri Rase, mulai memasang baliho paslonnya di gedung yang sama.
Ketua Tim Kuda Putih Paslon Neni Moerniaeni, Muhammad Sahib mengaku sudah lama diizinkan pemiliknya H Adam Malik, untuk dijadikan posko pemenangan Neni-Joni. Karena itulah, tim melakukan perbaikan gedung tersebut dari kondisi rusak, tidak terurus menjadi bisa dihuni, beberapa bulan yang lalu.
“Karena kami diberi izin maka kami perbaikilah gedung tersebut, soal biaya yang sudah kami keluarkan, lumayanlah untuk ukuran gedung besar itu, cukup kami yang tahu dan pemiliknya, karena seluruh pengeluaran kami sampaikan ke beliau (pemilik gedung), sehingga bisa layak dipakai sampai sekarang ini,” jelas Sahib.
Usai gedung selesai direnovasi, tambah Sahib, tim dan calon Wakil Wali Kota Joni Muslim mendatangi pemiliknya, untuk meminta agar gedung tersebut bisa digunakan sebagai posko, dan rencananya disewa. Namun karena kebaikan pemiliknya, gedung tersebut diperbolehkan dipakai saja, tanpa disewa karena sudah diperbaiki.
“Itulah sedikit kronologisnya, jadi kami gunakan gedung tersebut, mulai sebelum bulan puasa. Tapi, semalam tim sebelah tiba-tiba memasang baliho mereka di gedung kuda putih, alasan dari mereka karena mereka sudah membayar sewa ke pemiliknya baru-baru ini,” ujarnya.
Walaupun ada pemasangan baliho di gedung yang sama, tak terlihat adanya gejolak, menurut Sahib, silahkan saja pasang baliho-baliho itu, selama baliho pasangan Neni-Joni Muslim, tidak diturunkan.
“Kami minta jangan sentuh atau menurunkan baliho Bunda Neni-Joni, silahkan pasang saja, kami tidak apa-apa. Kecuali jika pemiliknya sudah mengembalikan uang kami, baru kami pergi dari gedung itu, dan akan cari tempat lainnya, tidak menjadi soal,” tandasnya.
Penulis: Cholisoh
Editor: Desman Minang