Pasalnya ada dua kejadian kasus pencabulan terjadi di Kecamatan tersebut dalam waktu yang berdekatan. Bahkan Pelakunya juga merupakan lingkungan keluarga yakni ayah tiri dan ayah angkat. Hal tersebut sesuai penjelasan dari Psikolog DP3A Kutim, Dian Prima Sandy.
Dian menuturkan bahwa perlunya edukasi kepada anak agar mendapatkan kasih sayang dengan pola asuh yang tepat bukan justru sebaliknya.
"Anak yang masih polos kalau di iming-imingi tentu akan nurut, tapi bukan berarti menuruti seluruh kemauan orangtua termasuk memberikan sesuatu yang merusak masa depan anak," tutur Dian, Minggu (14/6/2020).
Menurutnya kasus pencabulan yang terjadi karena faktor pendidikan orang tua kurang memberikan kasih sayang atau pola asuh kurang tepat. Apalagi kalau dalam lingkungan keluarga ayah berstatus tiri atau angkat.
"Pergaulan anak dan ayah kalau memang ada kecurigaan maka sang ibu harus memantau dengan tidak membiarkan anak berdua-duaan dalam keadaan sepi," bebernya.
Selain itu, sang ibu harus memberikan curahan hati atau kasih sayang yang lebih. Termasuk membatasi anak bermain gadget sebab didalamnya memuat konten dewasa yang memicu anak berfikiran hal negatif.
"Sekarang mengakses internet sangat mudah tapi bagaimana dipergunakan ke hal positif agar tidak lepas kendali," sebutnya.
Tak kalah penting lanjut Dian yakni memberikan edukasi batasan antara anak dengan orangtua. Dimana ada masanya anak harus tidur dengan berpisah ranjang atau kamar dari orangtua, termasuk batasan ayah dalam memandikan anak," tandasnya.
Penulis: Zulhamri
Editor: Desman Minang