"Selama dua hari terakhir sudah dilakukan pelatihan penggunaan alat tersebut. Hari ini akan dilakukan uji coba pemeriksaan bagi pasien yang telah reaktif positif Covid-19," ujar Kadinkes Kutim Bahrani Hasanal saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/5/2020) tadi.
Dalam pelaksanaan tes lewat Catridge slot terbatas, sehari maksimal empat pasien yang bisa melakukan tes sampel. Namun itu lebih baik daripada harus mengirim spisemen keluar daerah yang memakan waktu lama.
"Sekali tes hanya memakan waktu kurang lebih enam jam hasilnya sudah keluar dan terbilang cepat. Kalau menunggu hasil Swab bisa sampai seminggu hasilnya baru keluar," sebutnya.
Alat Catridge TCM memudahkan pihak rumah sakit untuk mengecek kondisi pasien secara berkala. "Jadi hasil Swab tidak lagi bergantung pada pengiriman. Sehingga dengan jumlah pasien saat ini mampu dipastikan bisa terakomodir dengan stok Cartridge yang ada. Kalau stok sudah menipis akan di pesan lagi," kata Bahrni lagi.
Diprediksi stok yang ada bisa digunakan selama 15 hari kedepan dengan rata-rata pemakaian dalam sehari empat item. Untuk itu dengan kemudahan tersebut dapat mengurangi jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang melakukan ranap inap di RS tersebut.
"Sekarang yang telah di rawat inap sebanyak 29 pasien baik yang terkonfirmasi positif maupun yang reaktif atau PDP," tutup Bahrani. (*)
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur