Bahauddin menegaskan bapak si anak yang meninggal dunia tidak jujur saat membawa anaknya berobat awal di RSIB dimana si bapak pernah melakukan riwayat perjalanan ke Jakarta.
“Tapi belum tentu anak tersebut terpapar dari bapaknya, makanya kami juga akan lakukan swab juga ke orangtuanya, mudah-mudahan masih ada alatnya,” kata Bahauddin, melalui pesan singka pagi tadi.
Kedua orangtua anak tersebut yang tinggal di Jalan Atletik 3, Bontang Baru sudah dilakukan rapid test hasilnya negative sementara anaknya positif.
“Kebenaran anak ini ada beberapa penyakit comorbidnya, dan saat di rawat di RSUD Taman Husada, anak tersebut sempat dilakukan Rrapid test hasilnya positif. Untuk hasil swab masih menunggu,” jelasnya.
Mengenai tenaga medis dan dokter yang pernah menangani anak tersebut, menurut ahauddin, pihaknya masih mendata, siapa-siapa saja. Bahauddin mengimbau kepada masyarakat untuk berlaku jujur, apabila dimintai keterangan oleh tim dokter dan tenaga medis, mengenai riwayat perjalanan.
Dan yang harus dilakukan saat ini, Bahauddin juga mengimbau kepada warga Bontang agar tinggal di rumah saja, kalau terpaksa keluar harus pakai masker, lakukan social dan physical distancing. “Sering-sering cuci tangan, jujur menyampaikan riwayat perjalanan, tidak menstigmakan pasien Covid. Tingkatkan daya tahan tubuh dan hindari berita hoaks,” tegas Bahauddin. (*)
Penulis. Cholisoh
Editor: Aspian Nur