Meski diakui terkait tenaga medis dalam penanganan Covid-19 masih membutuhkan perawat tambahan. Sebab jika semakin banyak jumlah pasien secara otomatis membutuhkan tenaga yang ekstra. "Kekurangan perawat sekitar dua puluh orang kalau semua ruangan terpakai untuk mengisolasi pasien. Kami tidak bisa menggabungkan pasien. Jadi setiap kamar ditempati satu pasien," ujar Anik Kamis (16/4/2020) tadi.
Pihaknya melakukan gerak cepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga dengan penyiapkan ruangan pasien khusus Covid-19. Kalau hanya separuhnya bisa saja terakomodir untuk perawat saat ini. "Harapan saya jangan sampai kasus Covid-19 bertambah pasti kami juga kerepotan. Alternatif lain bisa di koordinasikan juga kepada rumah sakit swasta untuk mengatisipasi overload jumlah pasien," jelasnya.
Pihaknya juga butuh alat pelindung diri (APD) yang standar. Pihaknya juga tidak bisa berspekulasi kapan berakhirnya wabah Covid-19 namun pada intinya pihaknya selalu mengantisipasi dengan menggunakan APD yang berkualitas standar pengamanan Covid-19. "Saat ini untuk penaganan Covid-19 kami hanya memiliki sekitar empat puluh dua orang perawat dan kami berharap agar penambahan tenaga perawat secepatnya dapat solusi," sebut Anik. (*)
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur