Direktur PDAM TTB Kutim Suparjan mengatakan untuk cakupan layanan mencapai 63 persen atau sekitar 27.981 kepala keluarga (KK) tersebar di tujuh belas kecamatan. "Kalau dilihat jumlah jiwa yang terlayani sekitar 153.000 jiwa yang kita layani dan dari bulan kebulan selalu tumbuh 200 hingga 250 pelanggan," kata Suparjan.
Untuk memaksimalkan pelayanan pihaknya terus melakukan inovasi seiring pesatnya teknologi. Hingga saat ini memudahkan pelanggan untuk membayar tagihan setiap bulannya dengan cara online sehingga pelanggan cukup menggunakan telepon genggam bisa membayar tagihan. "Pola pelayanan semakin cepat dengan prinsip one day service. Kami berusaha memberikan kemudahan untuk menarik pelanggan," urai Parjan sapaan akrabnya.
Memang menjadi tantangan tersendiri bagi PDAM khususnya di daerah-daerah yang penduduknya sedikit namun di wilayah tersebut sangat membutuhkan air bersih sementara pasilitas penunjang seperti jangkauan pipa induk yang belum tersedia. "Kami terus mengupayakan beberapa titik diwilayah kecamatan rawan kekeringan atau daerah sangat membutuhkan air bersih dengan melihat pembiayaan yang ada," tutup Parjan. (*)
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur