Pemanfaatan lubang eks tambang ini bisa menjadi nilai ekonomis hingga kubangan air yang tertampung setiap tahunnya menjadi danau buatan.
Oleh karena itu, PT KPC bekerjasama Perusahaan daerah air mineral (PDAM) Tirta Tuah Benua untuk memanfaatkan danau eks lubang tambang bisa diolah di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudunggga sebagai sumber air baku.
General Manager External Affairs & Sustainable Development, Wawan Setiawan menuturkan PT KPC sebagai perusahaan tambang yang besar selalu patuh dan konsisten terhadap reklamasi pascatambang
"Tidak ada gading yang tidak retak, kesempurnaan hanya milik yang diatas, bahwa PT KPC ada sedikit kekurangan dan kelebihan itu merupakan perjalanan yang kita lakukan saat ini," ujar Wawan, Jumat (31/5/2019).
Dikatakannya, PT KPC menerapkan program-program terkait dengan pascatambang dengan pengelolaan lahan seperti peternakan dan pengolahan air baku sumber dari areal pit jupiter ke IPA Kudungga yang kualitasnya sudah nomor satu.
Pengelolaan air baku pascatambang membuat pemerintah daerah bisa menghemat dana dalam satu tahun IPA Kudungga sekitar Rp5 miliar.
Tentu ini akan mengurangi biaya produksi PDAM setelah ada suplai air baku berkualitas dari PT KPC. Prediksi Wawan, terpenuhinya cakupan layanan khusus Kota Sangatta mencapai 70-80 persen.
“Kami percaya diri ketika pemerintah mengeluarkan dana investasi pembuatan WTP miliaran itu ternyata dampaknya sampai sekarang kita tidak terkendala ketersediaan air baku," tambahnya
Ditambahkannya, pemerintah menjadi patner PT KPC hingga terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat seperti ketersediaan air baku dan listrik.
"Kita harus bangga bahwa PT KPC merupakan perusahaan penyumbang terbesar di Indonesia. Pembayaran royalti dan wajib bayar dengan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar untuk APBN Indonesia," tandasnya
Penulis: Zulhamri
Editor : M.Huldi