“Kami mulai melakukan pembinaan sudah sekitar dua pekan. Pesertanya sekitar 300 orang lebih. Rata-rata masih pelajar SMA kelas tiga,” kata Danovan, Selasa (21/11).
Dia menjelaskan, pembinaan itu akan berlangsung hingga akhir tahun 2017. “Pembinaan ini kita lakukan dengan tujuan agar para calon pendaftar Polri ini, tidak kaget saat mereka pendaftar nanti. Mereka sudah paham apa yang harus mereka lakukan dan lengkapi. Berbeda dengan pendaftar yang tidak ikut melakukan pembinaan,” ujar Danovan.
Namun demikian, meski mengikuti pembinaan, bukan jadi jaminan mereka lulus sebagai anggota Polri. “Bukan jaminan lulus. Hanya saja mereka akan lebih paham masalah pendaftaran, dibanding yang tidak ikut pembinaan,” terang Danovan.
Masih dijelaskan Danovan, materi yang diberikan selama mengikuti pelatihan, yakni kesemaptaan, akademik, hingga administrasi. “Kami bekerja sama dengan Disdukcapil Samarinda dan sudah mendatangkan mereka untuk memberikan arahan kepada peserta pembinaan itu, mengenai masalah kependudukan. Seperti pentingnya KTP dan juga Kartu Keluarga (KK),” tandasnya.
Yang perlu digarisbawahi, selama mengikuti pembinaan yang dilakukan setiap hari Minggu itu, peserta tidak dipungut biaya. (dor)