Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi mengucapkan bela sungkawa atas berpulangnya Purnomo. "Innalillahi wainna ilaihi rojiun, berduka cita mendalam atas meninggalnya pak Purnomo, semoga tempat termulia disisiNya, Aamiin Yaa Allah," ucap Imam.
Duka juga dirasakan manusia tercepat Asia Tenggara Suryo Agung setelah menerima kabar duka sekitar pukul 10 pagi waktu Indonesia barat. Sebelumnya Suryo sudah mengetahui kondisi Purnomo yang mengidap sakit dan menjalani perawatan.
Suryo menilai Purnomo sebagai sosok yang peduli terhadap sesama dan pernah memberinya wejangan. "Dulu masih zaman jadi atlet sempat berpesan, 'kalau sudah juara SEA Games dan punya rekor, jangan berpuas diri, jangan leha-leha.' Setelah pensiun, beliau berpesan agar berbuat sesuatu untuk atletik Indonesia dari sisi apapun tidak harus jadi pelatih tapi yang penting tujuannya untuk atletik," terang Suryo.
"Saya mendengar kabar itu beberapa jam yang lalu. Salah satu pengurus mendapatkan kabar dari keluarga Pak Purnomo dan diteruskan kepada kami," kata Tigor Tanjung, sekretaris jendral Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). "Ini sebuah kehilangan buat atletik indonesia. Dengan Pak Purnomo, kami pernah memiliki sprinter sebaik Purnomo yang pernah merajai lari 100 meter Asia Tenggara, pernah mencapai semifinal Olimpiade Los Angeles. Satu-satunya pelari Asia," ujar Tigor. (*)
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi mengucapkan bela sungkawa atas berpulangnya Purnomo. "Innalillahi wainna ilaihi rojiun, berduka cita mendalam atas meninggalnya pak Purnomo, semoga tempat termulia disisiNya, Aamiin Yaa Allah," ucap Imam.
Duka juga dirasakan manusia tercepat Asia Tenggara Suryo Agung setelah menerima kabar duka sekitar pukul 10 pagi waktu Indonesia barat. Sebelumnya Suryo sudah mengetahui kondisi Purnomo yang mengidap sakit dan menjalani perawatan.
Suryo menilai Purnomo sebagai sosok yang peduli terhadap sesama dan pernah memberinya wejangan. "Dulu masih zaman jadi atlet sempat berpesan, 'kalau sudah juara SEA Games dan punya rekor, jangan berpuas diri, jangan leha-leha.' Setelah pensiun, beliau berpesan agar berbuat sesuatu untuk atletik Indonesia dari sisi apapun tidak harus jadi pelatih tapi yang penting tujuannya untuk atletik," terang Suryo.
"Saya mendengar kabar itu beberapa jam yang lalu. Salah satu pengurus mendapatkan kabar dari keluarga Pak Purnomo dan diteruskan kepada kami," kata Tigor Tanjung, sekretaris jendral Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). "Ini sebuah kehilangan buat atletik indonesia. Dengan Pak Purnomo, kami pernah memiliki sprinter sebaik Purnomo yang pernah merajai lari 100 meter Asia Tenggara, pernah mencapai semifinal Olimpiade Los Angeles. Satu-satunya pelari Asia," ujar Tigor. (*)