Jumat, 07/08/2026
Jumat, 07/08/2026
Petugas mengangkut sampah ke dalam bak pengangkut di Kabupaten Berau. Pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. (Indri/Korankaltim.com)
Jumat, 07/08/2026

Petugas mengangkut sampah ke dalam bak pengangkut di Kabupaten Berau. Pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. (Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Timbulan sampah di Kabupaten Berau masih menjadi pekerjaan rumah, meski kualitas lingkungan hidup menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, timbulan sampah di Berau mencapai 54.568 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 67,67 persen telah dikelola, sementara sisanya masih memerlukan penanganan yang lebih optimal.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. “Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama demi menjaga bumi untuk generasi mendatang,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Berau, sebagai daerah yang memiliki hutan tropis, kawasan pesisir, dan keanekaragaman hayati yang tinggi memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan, baik di tingkat regional, nasional, maupun global.
Karena itu, Pemkab Berau terus memperkuat berbagai program pembangunan berkelanjutan, mulai dari pengelolaan sampah, rehabilitasi lingkungan, perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi, pengurangan emisi gas rumah kaca, hingga edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Bupati juga mengajak dunia usaha, sekolah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil bagian dalam upaya tersebut.
Menurutnya, langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, menanam pohon, menghemat energi dan air, menjaga kebersihan sungai, serta tidak membakar lahan akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari, mengungkapkan bahwa kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Berau terus menunjukkan tren positif. Ia menjelaskan, Indeks Kualitas Lingkungan (IKL) Berau mengalami peningkatan dari 93,76 pada 2023 menjadi 94,80 pada 2024 dan kembali naik menjadi 95,26 pada 2025.
Sementara Indeks Respons meningkat dari 26 pada 2023 menjadi 45,80 pada 2024, lalu melonjak hingga 94,4 pada 2025. “Capaian ini menunjukkan kualitas lingkungan Berau masih dalam kondisi baik dan harus dipertahankan bersama,” katanya.
Selain itu, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup juga terus mengalami kenaikan secara konsisten, yakni dari 75,8 pada 2023 menjadi 78,95 pada 2024 dan meningkat lagi menjadi 83,66 pada periode 2025–2026. Meski berbagai indikator lingkungan menunjukkan hasil positif, Pemkab Berau menilai tantangan pengelolaan sampah masih membutuhkan perhatian serius.
Pemerintah berharap peningkatan kualitas lingkungan dapat berjalan seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dan menjaga kelestarian alam.
“Mari jaga lingkungan mulai dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan setiap hari,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Jumat, 07/08/2026
Petugas mengangkut sampah ke dalam bak pengangkut di Kabupaten Berau. Pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. (Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER