Kamis, 30/07/2026
Kamis, 30/07/2026
Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air Minum 2026 di Ruang Pertemuan Kantor Perumda Air Minum Batiwakkal, Tanjung Redeb, Kamis (30/7/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Kamis, 30/07/2026

Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air Minum 2026 di Ruang Pertemuan Kantor Perumda Air Minum Batiwakkal, Tanjung Redeb, Kamis (30/7/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau mulai menyosialisasikan penyesuaian tarif air minum tahun 2026. Kebijakan ini dipastikan tidak berdampak pada kenaikan tarif bagi seluruh pelanggan.
Melalui skema subsidi silang, kelompok sosial dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) justru berpotensi menikmati tarif yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, mengatakan penyesuaian tarif dilakukan untuk memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan sekaligus memenuhi biaya operasional secara penuh atau full cost recovery (FCR).
Hal itu disampaikannya dalam sosialisasi penyesuaian tarif air minum 2026 di Ruang Pertemuan Kantor Perumda Air Minum Batiwakkal, Tanjung Redeb, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan dihadiri perwakilan Forum RT se-Kabupaten Berau, Dewan Pengawas Perumda Air Minum Batiwakkal Mustakim Suharjana, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan.
Saipul menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan proses panjang yang telah dibahas sejak 2022. Tahapannya meliputi kajian dan konsultasi publik sebelum ditindaklanjuti pemerintah daerah hingga terbit keputusan bupati pada 24 Juli 2026.
“Penyesuaian tarif ini prosesnya sudah sejak 2022,” ujarnya.
Penerapannya dilakukan bertahap. Untuk pemakaian Agustus yang dibayarkan September, tarif baru lebih dahulu diberlakukan kepada pelanggan niaga, mulai niaga kecil, menengah, besar, hingga industri.
Sementara itu, seluruh kelompok pelanggan lainnya akan mengikuti penyesuaian untuk pemakaian Oktober yang dibayarkan pada November.
Menurutnya, pemberlakuan tarif tersebut diharapkan membantu Batiwakkal keluar dari kondisi FCR yang masih belum terpenuhi. Kondisi itu menjadi perhatian karena perusahaan telah beberapa kali mendapat teguran dari pemerintah provinsi terkait pemenuhan FCR.
Di sisi lain, Saipul mengakui keterbatasan biaya selama ini turut memengaruhi ruang gerak perusahaan dalam meningkatkan pelayanan. Bahkan, laba perusahaan dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kemampuan operasional karena sebagian ditopang penambahan sambungan pelanggan baru.
Dengan adanya penyesuaian tarif, Batiwakkal berkomitmen mengalokasikan ruang keuangan yang lebih baik untuk memperbaiki layanan, termasuk menindaklanjuti keluhan pelanggan di kawasan pinggir sungai yang selama ini belum merasakan pelayanan optimal.
“Tidak semua tarif naik, ada yang malah turun,” tegasnya.
Pihaknya menyebut simulasi tarif sosial MBR menunjukkan tarif baru bahkan lebih rendah dibandingkan tarif 2011. Kebijakan itu menjadi bentuk subsidi silang agar penyesuaian tarif tidak membebani kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
Untuk pemasangan sambungan baru, perusahaan juga membuka opsi pembayaran secara mencicil. Masyarakat diminta segera menjadi pelanggan ketika jaringan pipa telah tersedia.
“Kami berkomitmen memberikan layanan yang lebih baik,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Kamis, 30/07/2026
Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air Minum 2026 di Ruang Pertemuan Kantor Perumda Air Minum Batiwakkal, Tanjung Redeb, Kamis (30/7/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER