Senin, 27/07/2026
Senin, 27/07/2026
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Senin, 27/07/2026

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Koperasi di Kabupaten Berau didorong tidak berhenti sebagai organisasi yang hanya hidup di atas dokumen administrasi.
Keberadaannya harus mampu memberi dampak langsung bagi anggota, terutama dalam membuka akses permodalan, mengembangkan usaha, hingga menciptakan lapangan kerja.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menegaskan koperasi harus dikelola secara profesional agar mampu menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
“Koperasi harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat yang sehat dan mandiri,” ujarnya.
Menurutnya, koperasi memiliki posisi strategis karena dapat menjadi wadah usaha bersama sekaligus sarana memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Namun, fungsi tersebut hanya dapat berjalan jika koperasi memiliki tata kelola yang baik dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan anggotanya.
Karena itu, Diskoperindag Berau terus mendorong peningkatan kualitas koperasi melalui pembinaan, pendampingan, dan pelatihan. Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus agar pengurus mampu mengelola koperasi secara lebih transparan, profesional, dan berdaya saing.
Eva menilai koperasi juga harus berani keluar dari pola pengelolaan lama. Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat menuntut koperasi mampu melakukan inovasi, termasuk dalam pengembangan usaha dan pelayanan kepada anggota.
“Profesionalisme dan kepercayaan anggota harus terus diperkuat,” katanya.
Tidak hanya memperkuat koperasi yang sudah berjalan, Diskoperindag Berau juga mendorong pembentukan koperasi baru yang benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat. Koperasi yang dibangun dengan basis kebutuhan tersebut diharapkan tidak sekadar mengejar jumlah, tetapi memiliki kegiatan usaha yang jelas dan berkelanjutan.
Jika dikelola dengan baik, koperasi dapat menjadi salah satu pintu bagi masyarakat untuk memperoleh akses permodalan. Pengembangan unit usaha koperasi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja sekaligus memperluas aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Namun, Eva mengakui tantangan koperasi saat ini tidak ringan. Selain persoalan kapasitas sumber daya manusia, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Kondisi tersebut membuat pemerintah, pengurus, anggota, dan pemangku kepentingan lainnya perlu membangun sinergi. Koperasi harus mampu membuktikan bahwa keberadaannya memberikan manfaat yang terukur bagi anggota dan masyarakat.
“Pengelolaannya harus profesional agar koperasi benar-benar memberi manfaat,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Senin, 27/07/2026
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER