Sabtu, 25/07/2026
Sabtu, 25/07/2026
Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur memaparkan materi mengenai penerapan manajemen risiko dalam kegiatan Evaluasi dan Sosialisasi Manajemen Risiko di Kantor Perumda Air Minum Batiwakkal Berau, Jumat (24/7/2026). (IST).
Sabtu, 25/07/2026

Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur memaparkan materi mengenai penerapan manajemen risiko dalam kegiatan Evaluasi dan Sosialisasi Manajemen Risiko di Kantor Perumda Air Minum Batiwakkal Berau, Jumat (24/7/2026). (IST).
Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui penerapan manajemen risiko sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi dan Sosialisasi Manajemen Risiko di Kantor Perumda Air Minum Batiwakkal Berau bekerja sama dengan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sekaligus membangun budaya sadar risiko di seluruh jenjang organisasi.
Melalui evaluasi tersebut, Perumda Batiwakkal menegaskan pentingnya penerapan Model Tiga Lini sebagai sistem pengendalian yang terintegrasi.
Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal Saipul Rahman mengatakan manajemen risiko tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi budaya kerja yang harus diterapkan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan.
"Manajemen risiko bukan sekadar aturan, melainkan budaya yang dibangun mulai dari kepemimpinan hingga seluruh insan perusahaan," ujar Saipul.
Dalam implementasinya, Model Tiga Lini menempatkan unit operasional sebagai lini pertama yang bertugas mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam aktivitas sehari-hari. Lini kedua berperan memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan melalui fungsi kepatuhan dan pengawasan, sedangkan lini ketiga dijalankan oleh audit internal yang memberikan evaluasi independen guna mendorong perbaikan berkelanjutan.
Penerapan sistem tersebut diharapkan mampu memperkuat pengendalian internal perusahaan sekaligus meminimalkan potensi risiko yang dapat memengaruhi pelayanan kepada pelanggan. Selain menerima evaluasi dari BPKP Kalimantan Timur, Perumda Batiwakkal juga menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang diberikan.
Salah satunya dengan melaksanakan self-assessment terhadap penerapan manajemen risiko pada akhir tahun. Hasil evaluasi internal tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan Rencana Tindak Pengendalian (RTP), khususnya terhadap risiko-risiko yang masuk kategori tinggi.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kematangan penerapan manajemen risiko di lingkungan perusahaan. Penguatan tata kelola menjadi strategi penting agar Perumda Batiwakkal mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
"Kami ingin seluruh proses bisnis berjalan lebih baik sehingga pelayanan kepada masyarakat juga semakin optimal," ungkapnya.
Melalui penguatan budaya risiko dan tata kelola yang berkelanjutan, Perumda Air Minum Batiwakkal menargetkan terciptanya perusahaan daerah yang adaptif terhadap berbagai tantangan sekaligus mampu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai penyedia layanan air minum di Kabupaten Berau.
"Pengelolaan risiko yang baik akan membawa perusahaan menjadi lebih profesional dan terpercaya," pungkas Saipul.
Sabtu, 25/07/2026
Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur memaparkan materi mengenai penerapan manajemen risiko dalam kegiatan Evaluasi dan Sosialisasi Manajemen Risiko di Kantor Perumda Air Minum Batiwakkal Berau, Jumat (24/7/2026). (IST).
TERPOPULER