Kamis, 23/07/2026
Kamis, 23/07/2026
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Ketua Dekranasda Kabupaten Berau Brigjen Pol. Edy Suswanto mengunjungi stan Batik Putri Maluang pada Bazar Gelar Produk Harganas Ke-33 Tingkat Provinsi Kaltim di Berau. (Indri/Korankal
Kamis, 23/07/2026

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Ketua Dekranasda Kabupaten Berau Brigjen Pol. Edy Suswanto mengunjungi stan Batik Putri Maluang pada Bazar Gelar Produk Harganas Ke-33 Tingkat Provinsi Kaltim di Berau. (Indri/Korankal
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Batik khas Kabupaten Berau kembali mencuri perhatian pada Bazar Gelar Produk dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Di hadapan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, Ketua Dekranasda Kabupaten Berau Brigjen Pol. (Purn) Edy Suswanto didampingi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas secara langsung mempromosikan batik unggulan karya Putri Arofah, pendiri Batik Putri Maluang.
Bazar yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Berau itu menjadi ajang strategis memperkenalkan produk unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kepada seluruh peserta dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim, pelaku usaha, hingga jajaran pemerintah provinsi. Ketertarikan Gubernur Rudy Mas’ud terlihat saat mengamati setiap motif batik yang dipamerkan.
Menurutnya, batik Berau memiliki karakter yang kuat serta mampu bersaing dengan produk wastra dari daerah lain. “Motifnya sangat menarik dan memiliki ciri khas yang kuat. Ini menjadi kekayaan budaya yang harus terus dipromosikan,” ujar Rudy Mas’ud.
Tidak hanya hadir dalam bentuk kain, batik khas Berau kini berkembang mengikuti tren fesyen masa kini. Berbagai koleksi seperti kemeja, gaun, outer, hingga jaket pria dan wanita berhasil menarik perhatian pengunjung karena memadukan motif tradisional dengan desain yang lebih modern.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto menegaskan pihaknya berkomitmen memperkuat pengembangan batik dan kriya lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Selain memperluas promosi, Dekranasda juga terus membina pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus mengikuti perkembangan industri kreatif. “Kami ingin batik Berau semakin dikenal, dicintai masyarakat, dan mampu bersaing hingga pasar nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Menurutnya, transformasi desain menjadi salah satu langkah penting agar batik tidak lagi dipandang sebagai busana formal semata. Melalui kolaborasi dengan desainer lokal, kain khas Berau kini tampil lebih segar sehingga diminati berbagai kalangan, terutama generasi muda yang mulai menjadikan batik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dukungan terhadap penggunaan produk lokal juga terus diperkuat.
Bahkan, Dekranasda Berau mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pekerja swasta di Kabupaten Berau untuk mengenakan batik dan tenun lokal sebagai bentuk kecintaan terhadap produk daerah sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi para perajin.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyatakan Pemerintah Kabupaten Berau akan terus memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM agar produk unggulan daerah semakin dikenal luas. Momentum Harganas dinilai menjadi kesempatan penting memperkenalkan kekayaan wastra Berau kepada masyarakat Kaltim.
“Kami ingin batik Berau menjadi identitas daerah yang membanggakan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin melalui pasar yang semakin luas,” tutupnya.
Editor: Erwin
Kamis, 23/07/2026
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Ketua Dekranasda Kabupaten Berau Brigjen Pol. Edy Suswanto mengunjungi stan Batik Putri Maluang pada Bazar Gelar Produk Harganas Ke-33 Tingkat Provinsi Kaltim di Berau. (Indri/Korankal
TERPOPULER