Selasa, 21/07/2026

Pemkab Berau Dorong Kemiri Sunan Jadi Solusi Lahan Pascatambang dan Penggerak Ekonomi Hijau

Selasa, 21/07/2026

Wakil Bupati Berau Gamalis bersama Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, memaparkan potensi pengembangan kemiri sunan sebagai solusi rehabilitasi lahan pascatambang dalam pertemuan dengan perusahaan tambang di Ruang Rapat Sangalaki,

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pemkab Berau Dorong Kemiri Sunan Jadi Solusi Lahan Pascatambang dan Penggerak Ekonomi Hijau

Selasa, 21/07/2026

logo

Wakil Bupati Berau Gamalis bersama Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, memaparkan potensi pengembangan kemiri sunan sebagai solusi rehabilitasi lahan pascatambang dalam pertemuan dengan perusahaan tambang di Ruang Rapat Sangalaki,

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dengan menggagas pemanfaatan tanaman kemiri sunan (Reutealis trisperma) sebagai solusi rehabilitasi lahan kritis pascatambang yang bernilai ekologis sekaligus ekonomis. 

Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Bupati Berau Gamalis bersama para pengusaha tambang dan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, di Ruang Rapat Sangalaki, Selasa (21/7/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Berau memperkuat konsep ekonomi hijau dengan mengubah lahan bekas tambang menjadi kawasan produktif yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut dibahas potensi pengembangan kemiri sunan yang dikenal mampu tumbuh di lahan marginal maupun terdegradasi. Selain berfungsi memulihkan kondisi lahan, tanaman ini menghasilkan minyak nabati dengan rendemen sekitar 52 persen yang dapat diolah menjadi biodiesel sebagai sumber energi terbarukan.

Dari sisi lingkungan, kemiri sunan memiliki akar tunggang yang kuat sehingga efektif mengurangi risiko erosi dan longsor. Tajuknya yang rimbun mampu menyerap karbon dioksida (CO₂) dalam jumlah besar sekaligus menurunkan suhu permukaan. Sementara guguran daunnya membantu meningkatkan kandungan bahan organik tanah sehingga mempercepat pemulihan kesuburan lahan bekas tambang.
Secara ekonomi, tanaman ini juga dinilai menjanjikan karena mulai berbuah pada usia empat hingga lima tahun dengan masa produktif yang dapat mencapai 50 hingga 100 tahun.

Wakil Bupati Berau Gamalis menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan. Menurutnya, sektor pertambangan memang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, namun setiap aktivitas eksploitasi sumber daya alam harus diikuti dengan tanggung jawab memulihkan kembali kondisi lingkungan.

“Rehabilitasi pasca tambang bukan hanya kewajiban, tetapi investasi jangka panjang,” ujar Gamalis.

Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi lahan tidak cukup hanya sebatas penghijauan, tetapi harus mampu menciptakan kawasan produktif yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Karena itu, Pemkab Berau mendorong perusahaan-perusahaan tambang menjadikan pengembangan kemiri sunan sebagai bagian dari penerapan praktik pertambangan yang baik.

Pemkab Berau juga menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan pemerintah pusat, akademisi, dan dunia usaha guna mewujudkan pengembangan komoditas tersebut secara berkelanjutan.

“Keberhasilan daerah diukur dari kemampuan mengembalikan fungsi alam,” tegasnya.

Gamalis turut mengapresiasi dukungan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, yang memperkenalkan konsep pemanfaatan kemiri sunan sebagai komoditas energi terbarukan. 

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis memperkuat transisi menuju ekonomi hijau di Berau dengan melibatkan dunia usaha, khususnya sektor pertambangan.

“Kami ingin lahan pascatambang tidak hanya kembali hijau, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Nico Barito menjelaskan pihaknya telah memiliki model pengelolaan lahan bekas tambang batu bara melalui budidaya kemiri sunan yang menghasilkan bahan baku biodiesel.

“Kami sudah memiliki model pengelolaan lahan bekas tambang batu bara untuk pengembangan kemiri sunan sebagai penghasil biodiesel,” katanya.

Ia optimistis penerapan model tersebut di Kabupaten Berau dapat mendukung ketahanan energi berbasis energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. 

“Berau memiliki peluang besar menjadi contoh pengembangan energi hijau berbasis lahan pascatambang,” tutupnya. 

Editor: Erwin

Pemkab Berau Dorong Kemiri Sunan Jadi Solusi Lahan Pascatambang dan Penggerak Ekonomi Hijau

Selasa, 21/07/2026

Wakil Bupati Berau Gamalis bersama Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, memaparkan potensi pengembangan kemiri sunan sebagai solusi rehabilitasi lahan pascatambang dalam pertemuan dengan perusahaan tambang di Ruang Rapat Sangalaki,

Share

Berita Terkait