Selasa, 21/07/2026
Selasa, 21/07/2026
Peserta menampilkan tradisi menumbuk padi pada pembukaan Festival Budaya Neppa Pade di Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, sebagai upaya melestarikan budaya dan mempererat persaudaraan masyarakat adat serumpun, Selasa (21/7/2026). (Indri/Korankaltim.com
Selasa, 21/07/2026

Peserta menampilkan tradisi menumbuk padi pada pembukaan Festival Budaya Neppa Pade di Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, sebagai upaya melestarikan budaya dan mempererat persaudaraan masyarakat adat serumpun, Selasa (21/7/2026). (Indri/Korankaltim.com
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong kemajuan kampung.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembukaan Festival Budaya Neppa Pade dalam rangka Hari Jadi ke-258 Kampung Inaran yang digelar di Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, Selasa (21/7/2026).
Festival dibuka secara resmi oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Berau, Maulidiyah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kalimantan Timur Makmur HAPK, Camat Sambaliung
Noor Alam, Kepala Kampung Inaran beserta jajaran, tokoh adat, dan masyarakat.
Festival Neppa Pade merupakan wujud kecintaan masyarakat terhadap tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat persaudaraan masyarakat adat serumpun.
Beragam kegiatan turut memeriahkan festival, mulai dari perlombaan tari tradisional, permainan rakyat, pawai budaya hingga berbagai pertunjukan seni. Festival ini juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat adat dari Kampung Inaran, Merabu, Mapulu, Merapun, dan Panaan.
“Budaya adalah aset yang harus dijaga dan dipelihara sebagai fondasi kemajuan daerah. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan bagi pelestarian budaya dan pembangunan kampung,” ujar Maulidiyah membacakan sambutan Bupati Berau.
Ia menegaskan, Pemkab Berau terus berupaya menghadirkan program yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus mengembangkan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal. Sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menjaga kekayaan budaya Bumi Batiwakkal.
Karena itu, Pemkab Berau mendorong peran aktif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung, kelompok sadar wisata, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk bersama-sama merawat serta mempromosikan kekayaan budaya Berau kepada masyarakat luas.
Selain menjadi momentum pelestarian budaya, Festival Neppa Pade tahun ini juga diwarnai capaian membanggakan Kampung Inaran di bidang kesehatan lingkungan. Kampung Inaran resmi menjadi kampung pertama di Kabupaten Berau yang berhasil menuntaskan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Lima pilar tersebut meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan status Kampung Inaran sebagai kampung maju, yang tidak hanya mampu menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga berhasil membangun kualitas hidup masyarakat melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat.
“Mari kita bersatu menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, dan terus membangun kampung agar semakin maju serta memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tutupnya.
Editor: Erwin
Selasa, 21/07/2026
Peserta menampilkan tradisi menumbuk padi pada pembukaan Festival Budaya Neppa Pade di Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, sebagai upaya melestarikan budaya dan mempererat persaudaraan masyarakat adat serumpun, Selasa (21/7/2026). (Indri/Korankaltim.com
TERPOPULER