Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan bahwa langkah pemantauan berkala ini sangat vital untuk merespons dinamika penyebaran api secara cepat dan akurat di seluruh wilayah Kaltim. Dari hasil evaluasi terbaru, dua wilayah yang sempat diwaspadai kini dilaporkan sudah aman.
"Untuk Kubar dan Berau saat ini kondisinya sudah relatif membaik dan kita tidak melihat adanya fire spot lagi di sana. Tapi kita akan pantau terus secara berkala, nanti Pak Kepala BPBD akan melaporkan perkembangan lebih lanjut hasil pemantauan malam ini," tegas Seno Aji di Lanud Dhomber Balikpapan, Jumat (6/11/2026).
Seno menjelaskan, seiring terkendalinya kondisi di Kubar dan Berau, fokus gempuran pemadaman udara (waterbombing) kini dialihkan penuh ke kawasan yang masih membara, seperti Makroman (Samarinda), Anggana, serta Santan (Kutai Kartanegara) dengan taksiran luas lahan terbakar mencapai 40 hingga 50 hektare.
Operasi pemadaman dari udara tersebut mendapat suntikan armada kelas berat berupa pesawat C-130 Large Air Tanker bantuan dari NSW Rural Fire Service Australia, hasil koordinasi kilat Pemprov Kaltim bersama BNPB yang dijadwalkan beroperasi hingga 12 November mendatang.
"Pemantauan berkala akan terus kami lakukan. Jika titik api krusial di Kaltim sudah tuntas dan steril, armada pemadam ini baru akan kita perbantukan untuk membantu penanganan karhutla di Kapuas, Kalimantan Tengah," pungkas Seno. (*)
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan bahwa langkah pemantauan berkala ini sangat vital untuk merespons dinamika penyebaran api secara cepat dan akurat di seluruh wilayah Kaltim. Dari hasil evaluasi terbaru, dua wilayah yang sempat diwaspadai kini dilaporkan sudah aman.
"Untuk Kubar dan Berau saat ini kondisinya sudah relatif membaik dan kita tidak melihat adanya fire spot lagi di sana. Tapi kita akan pantau terus secara berkala, nanti Pak Kepala BPBD akan melaporkan perkembangan lebih lanjut hasil pemantauan malam ini," tegas Seno Aji di Lanud Dhomber Balikpapan, Jumat (6/11/2026).
Seno menjelaskan, seiring terkendalinya kondisi di Kubar dan Berau, fokus gempuran pemadaman udara (waterbombing) kini dialihkan penuh ke kawasan yang masih membara, seperti Makroman (Samarinda), Anggana, serta Santan (Kutai Kartanegara) dengan taksiran luas lahan terbakar mencapai 40 hingga 50 hektare.
Operasi pemadaman dari udara tersebut mendapat suntikan armada kelas berat berupa pesawat C-130 Large Air Tanker bantuan dari NSW Rural Fire Service Australia, hasil koordinasi kilat Pemprov Kaltim bersama BNPB yang dijadwalkan beroperasi hingga 12 November mendatang.
"Pemantauan berkala akan terus kami lakukan. Jika titik api krusial di Kaltim sudah tuntas dan steril, armada pemadam ini baru akan kita perbantukan untuk membantu penanganan karhutla di Kapuas, Kalimantan Tengah," pungkas Seno. (*)