Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) serta perubahan arah angin semakin memperparah kabut asap baik di Balikpapan maupun IKN.
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) serta perubahan arah angin semakin memperparah kabut asap baik di Balikpapan maupun IKN.
Untuk di IKN khususnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), sejumlah bangunan megah seperti Istana Garuda, Rusun ASN, hingga perkantoran lainnya yang biasa terlihat jelas dari kawasan Glamping, kini mulai terlihat samar akibat pekatnya kabut asap. Bahkan, untuk Masjid Negara IKN, yang berjarak sekitar tujuh Kilometer dari kawasan Glamping nyaris tak terlihat.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menyatakan, untuk hari ini, Rabu (14/10/2026) kondisi itu sebenarnya sudah lumayan berkurang bila dibandingkan pada hari sebelumnya, khususnya untuk di pagi hari.
“Kemarin itu jauh lebih parah dari ini,” ujar Basuki.
Ia menyebutkan, untuk Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di KIPP IKN bahkan sempat menyentuh di angka 150, sementara untuk hari ini berada di sekitar 107, adapun untuk alat pendeteksi berada di kawasan taman Bhineka Tunggal Ika.
Meski demikian, Basuki menyatakan, untuk aktivitas di IKN hingga saat ini masih berjalan normal dan meminta pegawai dan masyarakat agar yang beraktivitas di kawasan IKN agar menggunakan masker.
“Saya selalu memonitor untuk kondisi ini,” tutur Basuki.
OIKN juga terus mengupayakan untuk membantu pemadaman karhutla yang terjadi di kawasan delineasi IKN, melalui kerja sama dengan Lanud Dhomber serta BMKG.
Melalui kerja sama ini, OIKN mengerahkan helikopter water boombing atau yang biasa disebut satgas udara untuk memadamkan api, serta melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) meski belum berjalan maksimal akibat masih minimnya awan hujan di langit IKN.
Editor: Erwin
Untuk di IKN khususnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), sejumlah bangunan megah seperti Istana Garuda, Rusun ASN, hingga perkantoran lainnya yang biasa terlihat jelas dari kawasan Glamping, kini mulai terlihat samar akibat pekatnya kabut asap. Bahkan, untuk Masjid Negara IKN, yang berjarak sekitar tujuh Kilometer dari kawasan Glamping nyaris tak terlihat.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menyatakan, untuk hari ini, Rabu (14/10/2026) kondisi itu sebenarnya sudah lumayan berkurang bila dibandingkan pada hari sebelumnya, khususnya untuk di pagi hari.
“Kemarin itu jauh lebih parah dari ini,” ujar Basuki.
Ia menyebutkan, untuk Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di KIPP IKN bahkan sempat menyentuh di angka 150, sementara untuk hari ini berada di sekitar 107, adapun untuk alat pendeteksi berada di kawasan taman Bhineka Tunggal Ika.

Meski demikian, Basuki menyatakan, untuk aktivitas di IKN hingga saat ini masih berjalan normal dan meminta pegawai dan masyarakat agar yang beraktivitas di kawasan IKN agar menggunakan masker.
“Saya selalu memonitor untuk kondisi ini,” tutur Basuki.
OIKN juga terus mengupayakan untuk membantu pemadaman karhutla yang terjadi di kawasan delineasi IKN, melalui kerja sama dengan Lanud Dhomber serta BMKG.
Melalui kerja sama ini, OIKN mengerahkan helikopter water boombing atau yang biasa disebut satgas udara untuk memadamkan api, serta melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) meski belum berjalan maksimal akibat masih minimnya awan hujan di langit IKN.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 53 km utara Ruteng, Manggarai
14 Okt 2026, 17:30:57 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG