Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengembangkan penanaman pohon peneduh dengan memperhatikan kesesuaian tanaman terhadap kondisi kawasan perkotaan.
Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengembangkan penanaman pohon peneduh dengan memperhatikan kesesuaian tanaman terhadap kondisi kawasan perkotaan.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung penghijauan sekaligus memperindah wajah kota tanpa mengabaikan fungsi ekologis dan keberadaan fasilitas umum.
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan, pohon peneduh menjadi salah satu elemen penting dalam penataan ruang kota. Selain membuat kawasan terlihat lebih asri, pepohonan juga memberikan keteduhan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Dalam pengembangannya, pemilihan jenis pohon perlu mempertimbangkan karakteristik pertumbuhan, terutama bentuk batang dan sistem perakaran. Hal tersebut penting agar tanaman dapat tumbuh dengan baik tanpa berpotensi mengganggu fasilitas umum di sekitarnya.
“Pohon peneduh itu kan yang kalau siang mengisap karbon dari kendaraan, mengeluarkan oksigen, kan begitu ya kalau teorinya,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).
Ia menjelaskan, pohon memiliki fungsi ekologis melalui proses fotosintesis yang memanfaatkan cahaya matahari untuk menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Proses tersebut menjadi salah satu kontribusi pepohonan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Sudirman juga menjelaskan aktivitas biologis tumbuhan pada malam hari. Saat tidak mendapatkan cahaya yang cukup untuk fotosintesis, tumbuhan tetap melakukan respirasi, yakni menggunakan oksigen dan melepaskan karbon dioksida.
“Nah, kalau malam, jangan di bawah pohon. Karena dia mengambil oksigen, mengeluarkan karbon. Makanya orang kalau malam dilarang tidur di bawah pohon,” jelasnya.
Meski demikian, keberadaan pohon tetap memiliki manfaat penting bagi lingkungan perkotaan. Penanaman pohon peneduh di kawasan jalan diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih hijau, rindang, dan nyaman bagi masyarakat.
“Melalui pengembangan tanaman peneduh, kami berupaya menghadirkan penataan kota yang tidak hanya berorientasi pada keindahan, tetapi juga memperhatikan manfaat ekologis serta kenyamanan ruang publik,” pungkasnya.
Editor: Erwin






479 kali dibaca


119 kali dibaca
Pusat gempa berada di darat 12 km barat Kendari
09 Okt 2026, 17:34:55 WIB • Kedalaman 3 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG