Euforia juara juga terasa di Kota Balikpapan. Setelah Emil Audero berhasil menahan sepakan penalti dari Nattapong Sayriya, warga yang tadinya duduk tegang langsung berdiri sembari meneriakan Indonesia yang berpadu dengan letusan suara kembang api dan mengibarkan bendera Merah Putih di lokasi nonton bareng yang berlangsung di Jalan Kapten Piere Tendean depan rumah jabatan ketua DPRD Balikpapan.
Dio, penonton nobar kepada Korankaltim.com disela nobar malam tadi mengaku pertandingan cukup tegang, bahkan dirinya mengaku sempat hampir pulang dari lokasi setelah Merah Putih tertinggal 1-2 hingga menit 115. "Sudah mau pulang tadi, pas sudah di dekat motor dengar sorakan gol, jadi saya balik lagi," ungkap Dio.
Kemenangan skuat Garuda juga membuka pintu rezeki buat pedagang asongan yang berdagang diarena nobar. Ahmad, seorang pedagang es krim keliling bahkan rela pulang larut malam demi meraih pelanggan tambahan. "Rame yang beli mas, ini saya juga sambil live tik tok biar dapat dari dua pintu," ungkap Ahmad.
Seusai seluruh penonton pulang, giliran jajaran kepolisian dari Polresta Balikpapan yang turun ke lapangan. Menggunakan peralatan seadanya, mereka bersama warga memungut sampah agar lokasi kembali bersih. "Ini adalah wujud Polisi Bersama Masyarakat yang sesungguhnya. Tidak hanya bersama dalam euforia nonton bola, tapi juga bersama dalam tanggung jawab menjaga kebersihan. Timnas sudah berjuang membawa kemenangan, kita sebagai pendukung juga harus berjuang menjaga kebersihan kota. Balikpapan adalah Kota Beriman, kota yang bersih harus dijaga bersama," ujar Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy usai nobar.
Dalam waktu singkat, lokasi Tugu Tangan Gunung Pasir yang sebelumnya kotor oleh sampah sisa nobar kembali bersih dan rapi. "Kebersamaan polisi dan masyarakat dalam hal kecil seperti membersihkan sampah adalah modal besar untuk membangun Kota Balikpapan yang aman, nyaman, dan bersih, " ujar Jerrold.
Editor: Aspian Nur