Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan belum menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah meski kondisi kualitas udara masih menjadi perhatian akibat kabut asap.
1 menit baca6 kali dibaca

Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan belum menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah meski kondisi kualitas udara masih menjadi perhatian akibat kabut asap.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan hingga saat ini belum ada sekolah yang mengajukan pelaksanaan PJJ.
Kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat bahaya kondisi udara.
Menurut Irfan, apabila kondisi udara pada pagi hari cukup pekat namun belum masuk kategori membahayakan, sekolah dapat mengurangi durasi pembelajaran.
PJJ baru diberlakukan apabila kondisi udara telah mencapai ambang yang dinilai membahayakan bagi kesehatan peserta didik.
“Kalau misalnya pekat di pagi hari, kita bisa mengurangi jam belajar. Tapi sampai hari ini posisinya masih sedang, jadi belum ada pembelajaran jarak jauh,” ujarnya Minggu (4/10/2026).
Ia menjelaskan, sekolah tidak perlu mengajukan permohonan khusus untuk menerapkan PJJ apabila kondisi sudah berada pada ambang batas yang membahayakan. Mekanisme tersebut telah diatur dalam surat edaran Disdikbud.
“Tidak perlu diajukan. Kalau memang sudah membahayakan dan berada di ambang batas, maka PJJ dilakukan. Kalau kondisi pekatnya hanya sampai jam tertentu, kita kurangi dulu jam belajarnya. Kalau sampai siang dan kondisinya membahayakan, baru kemudian PJJ,” jelasnya.
Irfan menambahkan, keputusan penerapan PJJ tidak dilakukan secara sepihak. Disdikbud akan berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk menentukan langkah yang tepat berdasarkan kondisi kualitas udara.
Sementara terkait pembagian masker bagi siswa, Disdikbud belum melakukan pembagian secara khusus. Sekolah dan peserta didik diminta menyiapkan perlindungan secara mandiri sesuai kebutuhan.
"Kami memastikan kegiatan pembelajaran di sekolah masih berlangsung secara normal," pungkasnya.
Editor: Erwin






75 kali dibaca

69 kali dibaca

Pusat gempa berada di laut 61 km selatan Kab. Sukabumi
04 Okt 2026, 08:31:56 WIB • Kedalaman 36 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG