Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan mutasi ini merujuk pada Surat Telegram (ST) Kapolri.
Kendati demikian, ia menegaskan mutasi ini tidak berkaitan dengan pergantian Kapolri yang baru dilantik yakni Jendral Suyudi Ariyo Seto.
“Ini memang sudah waktunya tidak ada kaitannya dengan pergantian Kapolda,” ungkapnya.
Endar mengemukakan, dalam jabatan barunya, Jossy yang kini promosi menjadi Irjen dan mengemban jabatan sebagai Kakorsabhara Barhakam Mabes Polri.
Sementara itu pejabat penggantinya, Rustam sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Polair Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri.
Endar menegaskan, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus momentum untuk memperkuat soliditas dan meningkatkan kualitas kinerja.
“Tentunya mutasi adalah hal yang biasa dalam rangka penyegaran organisasi, dan harapan kita tentunya penyegaran pergantian ini akan menambah dinamika dan semangat pelaksanaan tugas-tugas Polri ke depan,” tegas Endar.
Melanjutkan kinerja Jossy, Endar mengatakan Rustam tentunya memiliki banyak pekerjaan rumah, lebih lagi pincuk pimpinan Polri juga berganti yang tentunya selaras dengan berbagai kebijakan baru.
“Kita laksanakan sesuai petunjuk dari Bapak Kapolri yang baru. Tentunya dengan yang baru ini, akan mempercepat akselerasi kita menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan, dan tagline kita sudah berubah. Bahwa kita akan lebih dalam, bahwa Polri bukan hanya untuk masyarakat, tapi sekarang Polri bersama masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Erwin