Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, video itu direkam oleh seorang wanita bernama Wa Mani di depan kantor Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara saat pembagian beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) 24 September silam.
Adapun nenek yang direkam itu adalah bernama Hadiah, mama angkat dari sang perekam. Menyikapi viralnya unggahan itu, Kepala Dinas Sosial Balikpapan Afriansyah angkat bicara.
Menurutnya video itu merupakan skenario dari si perekam.
"Di video itu terlihat seperti di skenario oleh si perekam, si nenek disuruh duduk depan pintu, padahal sebenarnya sudah disuruh masuk, bahkan petugas kelurahan ini sampai nangis pas tahu video itu viral," papar Afriansyah.
Dari viralnya video itu, petugas dari Dinsos langsung turun tangan untuk mendalami dalih tidak dapatnya bantuan dari nenek. Usut punya usut, sang nenek ini bukanlah warga setempat melainkan pendatang dari kecamatan lain di Kota Balikpapan.
Pada Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) menunjukkan ibu ini termasuk desil 5 dan telah menerima keaktifan bantuan PBIJK dari Kementerian Sosial dengan alamat yang tercatat di Kelurahan Baru Ulu.
"Nenek ini memang sering berpindah-pindah dan baru pindah ke Utara pada tahun lalu tapi data tidak diperbarui, jadi terdata masih di Barat," ungkapnya.
Kondisi ini diperparah dengan satu alamat rumah yang dihuni oleh dua KK berbeda tanpa nomor atau keterangan gang yang jelas, sehingga luput dari jangkauan pendataan petugas di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, Dinsos Balikpapan akan segera memperbarui data desil Ibu Hadiah serta melakukan asesmen mendalam untuk menentukan langkah penanganan jangka panjang.
"Kami akan menindaklanjuti asesmen kepada ibu tadi untuk mengetahui pembiayaan jangka panjangnya mau dibawa ke mana. Apakah ibu bersedia kalau memang berat di dalam rumah, kita taruh di panti atau gimana, kita akan lakukan asesmen lanjutan," tuturnya.
Bantuan yang diviralkan itu murni dari Bapanas bukan program reguler Kemensos seperti BPNT maupun PKH. Sang perekam yaitu Wamani juga telah mengakui perbuatannya dan telah membuat video klarifikasi serta permohonan maaf.
Editor: Aspian Nur