Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Persoalan energi menjadi salah satu sorotan dalam rapat koordinasi lintas instansi di Markas Kodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Rabu (7/10/2026).
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Persoalan energi menjadi salah satu sorotan dalam rapat koordinasi lintas instansi di Markas Kodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Rabu (7/10/2026).
Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, menyoroti dua persoalan yang masih menjadi keluhan masyarakat, yakni ketidakcukupan kuota bahan bakar minyak (BBM) dan pemadaman listrik bergilir.
Di hadapan para pemangku kebijakan, Seno Aji mengungkapkan, kuota BBM dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kerap tidak sejalan dengan usulan daerah.
Menurut politisi Gerindra tersebut, dari pengajuan sebanyak 1 juta liter, tetapi yang disetujui hanya separuhnya atau sekitar 500 ribu liter untuk di Kaltim pada tahun 2026.
“Kita minta 2026 ini kuota yang sudah disepakati tolong dipenuhkan ke Provinsi Kaltim. Tapi kuota yang dikeluarkan oleh BPH Migas itu hanya 500 ribu, artinya ada 50 persen yang masih menggantung ini,” tegas Seno Aji usai rakor di Makodam VI/Mulawarman, Rabu (7/10/2026).
Selain masalah BBM, sorotan tajam juga diarahkan kepada PT PLN (Persero) menyusul sempat terjadinya pemadaman listrik bergilir hingga lima jam setiap tiga hari sekali di sejumlah wilayah.
Sebagai daerah yang menjadi lumbung energi nasional didukung cadangan batu bara melimpah, banyaknya PLTU, hingga segera hadirnya PLTA. Seno menegaskan warga Kaltim tidak boleh lagi merasakan krisis listrik atau fenomena biarpet.
Bahkan, Pemprov Kaltim mendorong peluang bagi pemerintah daerah untuk ikut menjadi pemasok listrik. Langkah ini diambil demi memastikan rasio elektrifikasi di Benua Etam benar-benar terpenuhi 100 persen dari hulu hingga hilir.
“Mudah-mudahan kita pemerintah daerah juga bisa menjadi pemasok listrik kepada PLN. Supaya Kalimantan Timur ini benar-benar terpenuhi 100 persen kebutuhan listriknya,” tuturnya.
Editor: Erwin






464 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 9 km Selatan Kodi, Sumba Barat Daya
07 Okt 2026, 14:28:20 WIB • Kedalaman 19 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG