Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat memimpin apel peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan pembagian bendera Merah Putih di Balai Kota Balikpapan, Senin (1/6/2026).
Kaum muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menjaga sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya berpesan khusus kepada generasi muda Balikpapan agar dapat memahami dan mengimplementasikan peran mereka sebagai agen perubahan dan garda terdepan dalam menjaga Pancasila," ujar Rahmad.
Pancasila tidak cukup dipahami sebagai simbol atau hafalan semata, melainkan harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata. Hal itu dinilai penting mengingat perkembangan teknologi informasi dan media sosial menghadirkan tantangan baru bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia saat ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari penyebaran paham intoleran hingga maraknya informasi bohong di ruang digital.
"Kondisi tersebut kian mencemaskan akibat masifnya penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax atau kabar bohong," paparnya
Karena itu Rahmad mengajak masyarakat khususnya generasi muda, untuk belajar dari berbagai konflik yang pernah terjadi di sejumlah negara akibat radikalisme, terorisme, konflik sosial hingga perang saudara.
Pancasila bersama Undang-Undang Dasar 1945 menjadi fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang majemuk. Dengan berpegang pada nilai-nilai tersebut, masyarakat dapat terus hidup rukun dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Penting menurutnya memperkuat pemahaman sejarah lahirnya Pancasila, mulai dari pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, hingga penetapan rumusan final pada 18 Agustus 1945.
"Kesepakatan bangsa ini lahir berkat jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara," tegasnya.
Untuk menjaga nilai-nilai tersebut tetap hidup, Rahmad mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pendidik, pelaku seni, media massa, hingga unsur TNI, Polri, dan birokrasi untuk terus menanamkan nilai Pancasila dalam berbagai aktivitas dan ruang publik.
"Melalui momentum ini kami mengajak
masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, dan membangun Indonesia secara bersama-sama," pungkas Rahmad.
Editor: Aspian Nur