Hewan kurban bernama "Bison" itu diangkut menggunakan mobil pikap dengan mata ditutup kain guna menjaga ketenangannya, mengingat ukuran dan bobotnya yang besar. Penutupan mata dinilai efektif untuk mencegah sapi berusia empat tahun tersebut stres atau mengamuk saat beradaptasi dengan lingkungan baru.
Secara fisik, sapi bantuan Presiden itu tergolong luar biasa. Tubuhnya besar dan kekar, dengan tinggi mencapai 160 sentimeter serta panjang badan lebih dari dua meter.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, yang hadir langsung dalam proses penerimaan hewan kurban tersebut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan untuk masyarakat Kota Minyak pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.
"Alhamdulillah, artinya sekali lagi saya atas nama Wali Kota dan mewakili semua masyarakat Balikpapan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto, yang telah tentunya berbagi kepada saudara-saudara kita yang merayakan Iduladha," ujar Rahmad Mas'ud.
Rahmad menambahkan, bantuan sapi dari Presiden ini dibagi ke seluruh Indonesia, dan Balikpapan bersyukur mendapatkan bagian sapi dengan bobot mencapai 1.050 kilogram.
"Mudah-mudahan ini berkah bagi kita semua dan kita doakan juga Bapak Presiden diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pada bangsa kita ini," ucapnya.
Selain sapi dari Presiden, Rahmad juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi dari warga dan instansi di Balikpapan. Tercatat ada 24 ekor sapi sumbangan dari masyarakat yang dihimpun di Islamic Center, ditambah satu ekor bantuan dari Ketua DPRD Kota Balikpapan.
"Saya juga menyampaikan terima kasih kepada semua warga Kota Balikpapan yang ikut menyumbangkan, di sini ada 24 ekor sapi. Jadi genap ini 25, dan Ketua DPRD juga tambah 1 ya, jadi totalnya 26 ekor," jelasnya.
Mengenai teknis pembagian daging kurban pada hari pelaksanaan, Rahmad menjelaskan panitia akan menggunakan sistem kupon seperti tahun-tahun sebelumnya untuk menjamin distribusi berjalan tertib.
"Nanti panitia mungkin seperti biasa, itu kan kupon yang akan dibagikan. Akan dihitung kira-kira berapa stok dagingnya, baru nanti panitia mengeluarkan kupon untuk dibagi kepada yang berhak, bukan untuk semua warga kota," tegasnya.
Mengantisipasi kendala teknis saat penyembelihan, Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) telah menyiagakan tenaga jagal profesional yang mengantongi sertifikat resmi.
Wali Kota mengimbau warga atau panitia kurban di masjid-masjid yang kekurangan tenaga penyembelih untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait, baik untuk pelaksanaan penyembelihan di hari H maupun hari tasyrik berikutnya.
"Bagi warga Kota Balikpapan yang berkurban untuk besok, atau lusa paling telat, jika kekurangan tukang jagal bisa menghubungi dinas terkait karena mereka sudah menyiapkan tukang jagal yang bersertifikat. Ini kehadiran pemerintah sebagai wujud tanggung jawab kita agar cara memotongnya baik dan sesuai syariat Islam," jelas Rahmad.
Disisi lain, orang nomor satu di Pemkot Balikpapan ini mengingatkan dengan tegas agar panitia kurban mematuhi aturan lingkungan dengan tidak mengemas daging menggunakan kantong plastik sekali pakai.
"Kami menganjurkan bahwa jangan menggunakan plastik, kalau bisa di luar dari plastik. Perda-nya kan juga sudah ada untuk tidak memakai bahan plastik, apalagi yang (tidak) bisa didaur ulang," pungkasnya.
Editor: Erwin