Bukan untuk bertempur, kedatangan kapal perang di bawah Komando Kendali (Kondal) Gugus Tempur Laut Koarmada II ini membawa misi besar Operasi Trisila 2026 Tahap Kedua. Satuan tugas (Satgas) ini bergerak menyisir jalur maritim strategis setelah sebelumnya menyelesaikan operasi tahap ketiga di wilayah timur Indonesia (Koarmada III).
Saat merapat di dermaga, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II selaku Dansatgas Trisila 2026, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, disambut hangat oleh Danlanal Balikpapan Kolonel Laut Agung Topan Yuwono beserta perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan.
Kepada awak media, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono menegaskan bahwa kehadiran Satgas Trisila memiliki target ganda. Selain menjaga stabilitas keamanan laut yurisdiksi nasional, operasi ini juga memprioritaskan pembinaan potensi maritim guna mendekatkan instansi militer dengan rakyat.
"Tujuan utama dari operasi Satgas Trisila ini tentu saja untuk menegakkan kedaulatan, menegakkan hukum, dan menjaga keamanan laut di wilayah perairan Indonesia, khususnya yang menjadi area tanggung jawab Koarmada II," ujar Endra di atas dek kapal perang.
Dalam rute panjangnya, Satgas Trisila membawa kekuatan penuh berkekuatan sekitar 150 personel. Komposisi ini mencakup awak KRI, kru udara, hingga satu peleton pasukan elit Korps Marinir sebagai unsur pendarat amfibi. Alutsista canggih seperti satu unit helikopter Panther AS 565 MBe HS-13010 juga disiagakan di atas dek kapal.
"Sebelum tiba di Balikpapan, satgas ini telah bertolak dari Banjarmasin dan dijadwalkan akan melanjutkan pelayaran menuju Palu, Sulawesi Tengah," jelasnya.
Dampak kehadiran TNI AL langsung dirasakan nyata oleh warga sekitar. Di atas dek KRI Teluk Kupang-519, petugas langsung menggelar aksi kemanusiaan berupa donor darah dan layanan pengobatan gratis yang menyasar langsung masyarakat pesisir Balikpapan.
Tak berhenti di atas kapal, aksi nyata berlanjut ke darat. Jajaran pejabat daerah bersama Dansatgas Trisila dan Danlanal Balikpapan turun langsung menuju Balikpapan Utara untuk giat bakti sosial dibidang kesehatan.
Selanjutnya ke pesisir pantai di ujung Kota Balikpapan, tepatnya di Balikpapan Timur dalam aksi peduli lingkungan yang juga melibatkan puluhan anak-anak sekolah setempat untuk menanam ratusan bibit mangrove serta melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang garis pantai.
"Melalui sinergi terpadu ini, TNI AL ingin membuktikan bahwa kehadiran militer tidak hanya menjadi benteng kedaulatan di laut, namun juga hadir sebagai solusi dan membawa manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas, khususnya warga Balikpapan," pungkasnya.
Editor: Erwin