Pembangunan fasilitas pendidikan itu merupakan bagian dari pengembangan kawasan pendidikan terpadu yang nantinya juga akan dilengkapi jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Untuk SMA-nya dibangun oleh provinsi. Jadi itu adalah sekolah terpadu mulai SD, SMP, dan SMA,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik pada Selasa (19/5/2026).
Khusus pembangunan di kawasan Grand City, Pemkot Balikpapan tahun ini mulai membangun fasilitas PAUD dan SMP dengan total anggaran sebesar Rp23 miliar.Saat ini proses lelang telah selesai dan proyek segera memasuki tahap konstruksi.
“Grand City tahun ini kita sudah bangun, sudah ada pemenang lelangnya. Mudah-mudahan bulan Mei ini mereka sudah mulai melakukan pembangunan,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan tersebut mencakup 10 rombongan belajar (rombel) untuk SMP serta 10 ruang kelas untuk PAUD.
“Rombel SMP-nya 10 rombel. PAUD-nya ada 10 kelas,” jelasnya.
Pemkot menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun atau paling lambat akhir Desember 2026 sehingga fasilitas pendidikan tersebut bisa langsung dimanfaatkan masyarakat pada 2027.
“Tahun 2027 sudah bisa dipakai. Akhir Desember sudah selesai,” katanya.
Terkait tenaga pendidik, pemerintah kota akan menyiapkan kebutuhan guru melalui mekanisme Penanganan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) serta memanfaatkan tenaga pendidik yang sudah ada.
“Nanti kita siapkan tahun ini melalui PJLP dan memanfaatkan beberapa guru-guru yang eksisting,” pungkasnya.
Editor: Erwin