Pada fase gelombang kedua ini, sebanyak 3.339 jemaah calon haji dijadwalkan akan diberangkatkan melalui Embarkasi Balikpapan hingga penutupan fase pemberangkatan nanti.
Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, seluruh jemaah ini akan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sehingga para jemaah diinstruksikan untuk sudah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi atau di atas pesawat sebelum melewati Miqat.
Jemaah calon haji gelombang kedua ini berasal dari sebaran wilayah yang cukup luas di bawah naungan Embarkasi Balikpapan. Mereka meliputi jemaah asal Kalimantan Timur yakni dari Kota Samarinda, Balikpapan, Kabupaten Paser, Berau, dan Kutai Kartanegara. Kemudian juga dari Kalimantan Utara (Kaltara), Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Utara.
Hingga hari ini, Jumat (8/5/2026), total jemaah yang telah terjadwal berangkat melalui embarkasi ini mencapai 2.880 orang. Angka tersebut merupakan akumulasi dari jemaah gelombang pertama (Kloter BPN-1 hingga BPN-7) yang telah tuntas diberangkatkan sebelumnya, ditambah dengan dimulainya pengiriman kloter awal pada fase gelombang kedua ini.
Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan, Mochlis Hasan, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan fasilitas pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah calon haji. Salah satu terobosan yang terus dioptimalkan adalah penggunaan fasilitas garbarata atau jembatan penghubung terminal langsung ke pintu pesawat di Bandara SAMS Sepinggan.
“Inovasi penggunaan garbarata ini sudah kami uji coba dan evaluasi. Fasilitas ini dilengkapi dengan lift dan eskalator, sehingga sangat membantu mobilitas jemaah, terutama bagi mereka yang lanjut usia (lansia) dan disabilitas agar tidak perlu lagi menaiki tangga manual pesawat yang cukup tinggi dan melelahkan,” ujar Mochlis Hasan.
Lebih lanjut, kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama. Mulai dari proses penerimaan di asrama, pemeriksaan dokumen, hingga layanan katering dan kesehatan, semuanya dipantau secara detail agar proses transisi antar kloter berjalan tertib dan sesuai jadwal.
Secara keseluruhan, Embarkasi Haji Balikpapan pada musim haji kali ini direncanakan akan memberangkatkan total 5.859 jemaah calon haji yang terbagi dalam 17 kelompok terbang. Namun, meski secara administratif jadwal menunjukkan ribuan jemaah sudah diberangkatkan, Mochlis mengingatkan bahwa angka tersebut tidak serta merta menjadi gambaran utuh jumlah jemaah yang benar-benar sampai di Tanah Suci.
Hal ini dikarenakan setiap jemaah wajib melalui filter pemeriksaan kesehatan lanjutan yang sangat ketat di asrama haji sesaat sebelum proses boarding. Tahapan pemeriksaan medis akhir di embarkasi ini kerap menjadi “momok” atau tantangan psikologis tersendiri bagi para jemaah. Sebab, potensi penundaan atau pembatalan keberangkatan di menit-menit terakhir tetap terbuka lebar jika kondisi medis jemaah dinyatakan tidak laik terbang (unfit to fly).
Sebagai contoh nyata yang sempat mewarnai awal musim haji tahun ini, pada pemberangkatan Kloter 1 asal Samarinda lalu, terdapat seorang jemaah wanita yang terpaksa gagal berangkat. Kegagalan tersebut dipicu oleh terdeteksinya kondisi hamil muda saat dilakukan pemeriksaan kesehatan final oleh tim medis embarkasi.
Berdasarkan regulasi keselamatan penerbangan dan aturan kesehatan haji, jemaah dengan kondisi tersebut tidak diperkenankan melakukan perjalanan jauh demi menjaga keselamatan ibu dan janin.
Temuan medis di detik-detik terakhir seperti inilah yang sering kali membuat data manifes keberangkatan berubah di saat-saat terakhir. Pihak PPIH pun terus mengimbau kepada seluruh jemaah di kloter berikutnya agar benar-benar menjaga kesehatan fisik dan mental sebelum memasuki asrama haji Balikpapan.
Editor: Erwin