Di tengah aktivitas keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama dan kedua, pedagang perlengkapan haji mulai kebanjiran pembeli. Tenda-tenda yang menjajakan kebutuhan ibadah di Tanah Suci pun menjadi pemandangan rutin setiap musim haji.
Salah satu pedagang, Hamid, yang sehari-hari berjualan di Pasar Inpres Kebun Sayur, turut memanfaatkan momen tersebut. Ia rela berpindah sementara ke kawasan embarkasi untuk mengais rezeki selama musim haji.
“Alhamdulillah, setiap tahun standar saja penghasilannya, yang penting jalan terus. Di sini yang paling laris perlengkapan perempuan, seperti kaos kaki, sarung tangan salat, kacamata, handsock, hingga daleman jilbab,” ujar Hamid saat ditemui di sela kesibukannya melayani pembeli. Rabu (29/4).
Hamid mengaku harga yang ditawarkan cukup bervariasi, tergantung kualitas bahan. Baginya, berjualan di musim haji memiliki kepuasan tersendiri. Selain mencari keuntungan, ia merasa terbantu bisa melengkapi keperluan para jemaah yang akan berangkat.
Senada dengan Hamid, Rina, pedagang lainnya, juga merasakan hal positif di dua hari awal pemberangkatan ini. Meski baru mulai, ia optimis omzet tahun ini bisa melampaui pencapaian tahun lalu.
“Alhamdulillah rame saja. Berkahnya haji ini terasa sekali bagi kami. Harapannya sampai akhir pemberangkatan nanti lancar terus dan jualan makin berkah karena kita melayani kebutuhan tamu Allah,” ungkapnya.
Menurut Rina, pola belanja jemaah biasanya terbagi dua. Pada fase pemberangkatan seperti sekarang, jemaah lebih fokus mencari perlengkapan inti seperti bergo (jilbab instan), sarung tangan, tutup kepala, hingga kain ihram.
“Kalau sekarang mereka fokus ke ibadah dulu, jadi yang dicari ya perlengkapan salat. Nanti biasanya ramai lagi pas kepulangan, terutama jemaah dari Sulawesi, itu biasanya lebih ramai yang mencari oleh-oleh atau barang untuk berhias diri,” tutupnya.
Editor: Erwin