Upacara yang digelar di halaman Balai Kota Balikpapan, pada Senin (27/4/2026) pagi tadi dipimpin Wali Kota Rahmad Mas’ud yang membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Mendagri menekankan pentingnya peran seluruh elemen dalam menjaga keberlanjutan otonomi daerah. “Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh elemen bangsa yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan otonomi daerah,” ujar Tito dalam sambutan yang dibacakan Rahmad.
Sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tema peringatan tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita,” mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian daerah sekaligus memperkuat kontribusi terhadap visi pembangunan nasional.
Pemerintah juga menekankan pentingnya keselarasan arah kebijakan strategis di semua tingkatan sebagai langkah menuju Indonesia Emas.
Dalam konteks pembangunan, pemerintah menetapkan delapan prioritas nasional yang menjadi fokus bersama, mulai dari ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi desa, serta penurunan kemiskinan.
Program strategis seperti pengolahan sampah menjadi energi listrik, rehabilitasi pascabencana, dan pembentukan 80.000 koperasi desa dan kelurahan juga menjadi bagian dari agenda prioritas tersebut.
Penguatan kerja sama antardaerah dan peningkatan layanan dasar dinilai penting untuk menekan ketimpangan sosial di tengah dinamika pembangunan.
“Semoga upaya kita bersama dalam membangun bangsa dan negara senantiasa mendapat petunjuk dan pertolongan,” harap Tito.
Dalam kesempatan yang sama Pemerintah Kota Balikpapan juga mencatat capaian positif dengan meraih dua penghargaan di tingkat nasional dan regional.
Penghargaan tersebut meliputi kategori kota terbaik dalam pengentasan kemiskinan sektor ekonomi akar rumput pada ajang nasional di Jakarta, serta masuk dalam 10 besar indeks kualitas aparatur sipil negara di wilayah Indonesia tengah versi Badan Kepegawaian Negara.
Rahmad Mas’ud menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen daerah. “Keberhasilan ini bukan hasil kerja satu atau dua orang saja, melainkan kerja keras kita semua. Ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan otonomi daerah di Kota Balikpapan berjalan dengan baik,” sebut Rahmad.
Rahmad mendorong agar penghargaan tersebut menjadi pemicu peningkatan kinerja dan pelayanan publik ke depan. “Jadikan ini sebagai motivasi untuk terus bekerja, memberikan pelayanan terbaik, serta menjadikan Balikpapan semakin maju dan berdaya saing,” jelasnya.
Kedepan, Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan penguatan posisi sebagai kota global yang nyaman bagi seluruh masyarakat.
Editor: Aspian Nur