Dari total 360 jemaah yang dijadwalkan, satu jemaah dipastikan batal berangkat menuju Tanah Suci Mekkah setelah hasil pemeriksaan kesehatan akhir menunjukkan kondisi hamil.
Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Balikpapan Mochlis Hasan mengonfirmasi jemaah tersebut terpaksa menunda ibadahnya demi alasan keselamatan medis.
"Berdasarkan aturan medis penerbangan dan haji, kondisi ini tidak memungkinkan untuk diberangkatkan," ujar Mochlis kepada Korankaltim.com Senin (27/4/2026) pagi.
Pembatalan ini tergolong dramatis karena kondisi kehamilan sang jemaah baru terdeteksi pada tahap pemeriksaan kesehatan akhir atau inspeksi manual di asrama. Pada pemeriksaan kesehatan tahap awal di daerah asal, status kehamilan tersebut belum terdeteksi.
Usia kandungan jemaah tersebut masih sangat muda, yakni berada pada kisaran kurang dari dua minggu, membuatnya dinyatakan tidak laik terbang (unfit to fly).
"Tapi jemaah yang bersangkutan sudah menerima keputusan ini dengan ikhlas dan memilih menunda keberangkatan untuk dijadwalkan kembali pada musim haji berikutnya," sebut Mochlis.
Dengan batalnya satu jemaah tersebut, Kloter 1 akhirnya memberangkatkan 359 jemaah enuju kota suci menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA 4101 melalui Bandara SAMS Sepinggan malam tadi.
Adapun rincian komposisi jemaah yang berhasil diberangkatkan terdiri dari 153 jemaah laki-laki dan 206 jemaah perempuan. Rombongan ini didampingi oleh 4 orang petugas kloter.
Berdasarkan data yang dihimpun, jemaah lanjut usia pada kloter perdana ini berjumlah 59 orang, yang terdiri atas 35 laki-laki dan 24 perempuan. Tercatat pula sebanyak 21 jemaah yang masuk dalam kategori prioritas dan harus menggunakan bantuan kursi roda untuk mobilitas mereka.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan sesuai komitmen haji ramah lansia dan disabilitas. "Semua fasilitas, baik di asrama maupun pelayanan di pesawat, telah disesuaikan dengan kebutuhan khusus mereka," tutup Mochlis.
Editor: Aspian Nur