Bagi Wanda, keberangkatan tahun ini merupakan buah dari kesabaran panjang. Namanya telah didaftarkan oleh orang tuanya sejak 2012, saat ia masih berusia belia. Kini, pada usia 20 tahun, ia berangkat memenuhi panggilan ke Tanah Suci dengan mendampingi ibundanya.
“Ya cukup senang sih karena bisa naik haji di usia semuda ini. Memang sudah didaftarkan orang tua dari tahun 2012 lalu,” ujar Wanda di sela proses penerimaan jemaah.
Meski tampak bersemangat, Wanda mengakui akan persiapannya menuju keberangkatan tidaklah sederhana. Sebagai mahasiswi yang aktif berorganisasi dan memegang tanggung jawab sebagai ketua kelas, ia harus berjuang membagi fokus antara tugas akademik dan rangkaian syarat keberangkatan haji.
“Cukup sulit sih, apalagi persiapannya sambil kuliah juga, jadi agak susah mengurusnya karena harus membagi waktu. Di kampus saya aktif organisasi dan kebetulan ketua kelas, jadi memang sedikit sibuk. Tapi kalau kendala lain tidak ada, semua berjalan lancar,” tuturnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kaltim, Muchlis Hasan memberikan perhatian khusus terhadap keragaman usia jemaah haji tahun ini.
Meski mengusung semangat Haji Ramah Lansia, Ramah Disabilitas, dan Ramah Perempuan, kehadiran jemaah muda seperti Wanda turut menjadi warna tersendiri dalam pelayanan haji.
Muchlis menjelaskan, Wanda merupakan bagian dari 360 jemaah yang tergabung dalam Kloter 01 asal Samarinda. Rombongan tersebut terdiri atas 153 jemaah laki-laki dan 207 jemaah perempuan. Selain itu, terdapat 59 jemaah lanjut usia (lansia) serta 21 jemaah yang menggunakan kursi roda.
“Semua jemaah, termasuk jemaah termuda maupun lansia, telah dibekali dengan kartu Nusuk sebagai identitas utama di Arab Saudi. Kami juga memastikan mereka menerima dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Bank Kaltimtara,” jelasnya.
Sesuai jadwal, Wanda dan rombongan Kloter 01 akan bertolak dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan pada Minggu, 26 April 2026, pukul 23.55 Wita menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 4101.
Editor: Erwin