Seluruh fasilitas utama hingga layanan penunjang telah dirampungkan guna memberikan kenyamanan bagi calon jemaah yang akan mulai berdatangan dalam waktu dekat.
Fokus utama persiapan berada pada kamar hunian jemaah yang kini telah sepenuhnya difungsikan sesuai peruntukannya. Penataan dilakukan menyeluruh, mulai dari kebersihan, kelengkapan fasilitas, hingga penyesuaian kebutuhan jemaah, khususnya lanjut usia.
Kepala Subbagian Umum Asrama Haji Balikpapan, Ahmad Juliansyah, menyebut tidak ada lagi aktivitas lain di dalam kamar selain untuk kepentingan jemaah sejak 10 hari terakhir. Seluruh ruang telah dikondisikan agar siap ditempati tanpa perlu penyesuaian tambahan.
“Semua sudah kami sterilkan untuk jemaah. Jadi begitu mereka datang, kamar langsung bisa digunakan dengan kondisi yang sudah siap,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Asrama Haji Balikpapan memiliki tiga gedung utama berstandar hotel, yakni Jabal Uhud, Zamzam, dan Bir Ali. Ketiganya mampu menampung hingga 367 orang, sedikit di atas jumlah jemaah yang diperkirakan tiba, yakni sekitar 360 orang.
Kapasitas tersebut dinilai memberi ruang cadangan yang cukup, sehingga pengelola tidak perlu khawatir jika terjadi penyesuaian jumlah jemaah di lapangan.
“Selisih kapasitas ini penting sebagai antisipasi. Kami pastikan tidak ada jemaah yang kekurangan tempat,” jelasnya.
Selain kamar, peningkatan layanan juga difokuskan pada kemudahan mobilitas dan distribusi barang bawaan jemaah. Tahun ini, koper jemaah diupayakan dapat langsung diantarkan ke kamar masing-masing, berbeda dengan pola sebelumnya yang mengharuskan proses terpisah.
Menurut Ahmad, skema tersebut dirancang untuk mengurangi beban jemaah, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
“Kalau sebelumnya jemaah masih harus menunggu atau mengurus barangnya sendiri, sekarang kami bantu sampai ke kamar. Harapannya mereka bisa lebih fokus beristirahat,” katanya.
Untuk mendukung pergerakan di dalam kawasan asrama yang cukup luas, pengelola juga menyiapkan sarana transportasi berupa mobil golf dan bus. Fasilitas ini akan digunakan untuk mengantar jemaah dari titik kedatangan menuju gedung maupun kamar.
Dukungan juga diperkuat melalui koordinasi dengan pihak bandara serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya dalam kelancaran alur kedatangan dan keberangkatan jemaah.
“Semua sudah kami komunikasikan, termasuk dengan pihak bandara. Jadi alurnya nanti diupayakan tidak terputus, dari kedatangan sampai ke asrama,” tuturnya.
Editor: Erwin