Menanggapi kejadian itu, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar Ilham, menegaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Ini hanya salah paham antar kelompok yang sebenarnya saling mengenal. Tidak ada unsur lain. Saat ini situasi sudah aman dan terkendali,” tegasnya, Senin (13/4/2026).
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang beredar di media sosial yang kerap tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.
Menurutnya, penyebaran video tanpa konteks justru bisa memperkeruh situasi di lapangan, bahkan memicu reaksi berantai dari pihak-pihak yang tidak mengetahui kejadian sebenarnya.
“Kami imbau semua pihak menahan diri. Jangan terpancing informasi yang belum tentu utuh. Serahkan penanganannya kepada kami,” lanjutnya.
Sementara itu, dalam video yang beredar, terlihat sekelompok pemuda diduga menyerang seorang pemuda. Narasi yang menyertai unggahan menyebut pelaku berasal dari Balikpapan Timur dan korban dari Balikpapan Selatan.
Belakangan, insiden itu disebut bermula dari kesalahpahaman saat kedua kelompok sebelumnya berkumpul bersama. Sahran, salah satu rekan dari pihak yang terlibat, menyebut kedua kelompok sebenarnya saling mengenal.
“Awalnya mereka kumpul dan minum bersama. Jadi sebenarnya saling kenal, cuma tiba-tiba terjadi keributan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, persoalan bermula saat seorang pemuda asal Balikpapan Timur ditemukan dengan luka lebam di wajah dan mengaku menjadi korban pengeroyokan. Merasa tidak terima, rekan-rekannya kemudian mendatangi pihak yang diduga pelaku. Namun situasi memanas karena terjadi kesalahan sasaran.
Editor: Erwin