Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan pangan Balikpapan hingga kini masih banyak bergantung pada pasokan dari luar daerah yang berimbas dengan tingginya harga.
Untuk itu, Pemerintah Kota Balikpapan pun melakukan intervensi, salah satunya mulai memperluas lahan yang bisa digunakan untuk pertanian.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan perluasan lahan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan produksi pangan lokal, khususnya komoditas padi.
Pengembangan kali ini, difokuskan di kawasan Gunung Binjai, Balikpapan Timur, kawasan yang dinilai cocok untuk lahan pertanian. Di lahan itu, kedepannya ditargetkan memiliki luas hingga 50 hektare dalam beberapa tahun ke depan.
“Perluasan lahan ini penting untuk memperkuat produksi dalam daerah,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Saat ini, luas lahan pertanian di kawasan tersebut telah berkembang dari sekitar 26 hektare menjadi 40 hektare. Pemerintah juga masih mengidentifikasi potensi tambahan sekitar 10 hektare lahan yang dapat dikembangkan guna mencapai target yang ditetapkan.
Menurut Bagus, penguatan sektor pertanian tidak hanya dilakukan melalui pembukaan lahan baru, tetapi juga dengan peningkatan infrastruktur pendukung.
Sejak 2025, Pemkot Balikpapan telah melakukan berbagai intervensi di sektor hulu, mulai dari pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi lahan, hingga pencetakan sawah baru.
Selain itu, hingga 2027, pemerintah juga memprogramkan pembangunan jaringan irigasi, peningkatan kualitas lahan, serta perbaikan akses distribusi hasil pertanian guna menunjang produktivitas.
Langkah ini dinilai penting mengingat sekitar 80 persen kebutuhan pangan Balikpapan masih dipasok dari luar daerah, sehingga rentan terhadap gangguan distribusi maupun fluktuasi harga.
“Ketergantungan ini tidak bisa dihilangkan dalam waktu singkat, tetapi bisa ditekan secara bertahap dengan memperkuat sektor pertanian lokal,” jelasnya.
Melalui pengembangan lahan dan penguatan infrastruktur pertanian tersebut, pemerintah berharap ketersediaan pangan di Balikpapan dapat lebih terjaga serta memiliki kemampuan produksi sendiri, meski secara bertahap.
Editor: Erwin