Dalam kegiatan komunikasi sosial kreatif tersebut, Raffi menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda, khususnya pelaku seni, untuk mengambil peluang di tengah pesatnya pembangunan di Kaltim.
“Saya hadir di sini sebagai utusan Presiden untuk pembinaan generasi muda dan pekerja seni, khususnya di Kalimantan Timur. Saya berharap para penggiat seni bisa terus semangat, kreatif, dan mampu bersaing, serta memanfaatkan peluang besar dengan adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.
Kedatangan Raffi Ahmad disambut Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono beserta jajaran. Dalam penyambutan tersebut, Raffi dikenakan busana adat Dayak Kenyah berupa bluko (topi), sapei sapaq (rompi) serta kalung aksesoris sebagai simbol penghormatan kepada tamu kehormatan.
Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan seni budaya, salah satunya tarian Hudoq khas Dayak Kenyah yang sarat makna sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen. Ratusan pelajar dan penggiat seni turut hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias.
Selain memberikan motivasi melalui sesi talkshow, Raffi juga meninjau sejumlah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipamerkan. Ia menilai Kalimantan memiliki potensi besar di sektor budaya dan ekonomi kreatif.
“Budaya di Kalimantan luar biasa. Tarian-tarian tadi sangat indah. Setiap daerah punya keunikan dan daya tariknya masing-masing. UMKM-nya juga berkembang, jadi bukan hanya seninya yang maju, tapi juga pelaku usahanya,” katanya.
Raffi juga mengungkapkan dirinya telah beberapa kali mengunjungi Balikpapan, termasuk bersama sejumlah publik figur untuk mempromosikan potensi wisata dan kuliner daerah.
“Saya sudah beberapa kali ke Balikpapan. Bahkan sempat datang bersama teman-teman untuk memperkenalkan keindahan kota ini, mulai dari kuliner hingga tempat wisatanya,” tambahnya.
Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan generasi muda dan pekerja seni memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa.
Menurutnya, seni tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga media efektif dalam menanamkan nilai kebangsaan dan persatuan.
“Generasi muda adalah kekuatan utama masa depan bangsa, sementara pekerja seni menjadi medium efektif dalam menyampaikan nilai kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, diperlukan sinergi kuat antara pembinaan generasi muda dan penguatan peran seni budaya.
“Seni tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga alat pemersatu yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.
Editor: Erwin