Sebelum menghias telur, jemaat juga mengikuti permainan mencari telur yang disembunyikan panitia. Sekitar 90 butir telur disiapkan dalam kegiatan tersebut, menambah antusiasme jemaat, khususnya anak-anak.
Gembala Jemaat GKMI Balikpapan Timur, Pendeta Akwila Sudarmono menjelaskan, telur dipilih karena memiliki makna simbolis tentang kehidupan baru. Ia menggambarkan telur sebagai sesuatu yang tampak diam, namun sebenarnya menyimpan kehidupan di dalamnya.
“Telur ini seperti terlihat tidak hidup, tetapi di dalamnya ada kehidupan baru. Itu yang kami pakai untuk memaknai Paskah, bahwa di balik kematian ada harapan,” ujarnya.
Menurutnya, makna tersebut relevan dengan peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, yang menjadi dasar iman umat Kristiani. Ia juga menyinggung kondisi dunia saat ini yang diwarnai berbagai konflik dan ketidakpastian. Di tengah situasi global tersebut, Paskah dinilai menjadi pengingat penting tentang harapan dan penguatan iman.
“Di tengah berbagai persoalan, termasuk konflik yang terjadi di dunia, kami ingin jemaat memiliki harapan. Bahwasanya selalu ada kehidupan baru dan pengharapan bagi manusia,” tambahnya.
Melalui perayaan ini, jemaat diharapkan tak hanya menjalankan tradisi tahunan, tetapi benar-benar meresapi makna kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari. Pendeta Akwila pun berharap, Paskah tahun ini menjadi momentum penguatan iman, khususnya di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Kami rindu ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momen yang menguatkan iman jemaat,” tutupnya.
Editor: Erwin