Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di kawasan tersebut, terutama pada jam sibuk.
Kepala Dishub Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan, rekayasa lalu lintas dilakukan dengan menutup akses median jalan tengah di titik tersebut. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil forum lalu lintas yang telah dilaksanakan sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Kami mulai melakukan penutupan ruas median jalan di wilayah Agung Tunggal. Ini bagian dari rencana yang sudah dibahas sebelumnya,” kata Fadli kepada Korankaltim.com Jumat (3/4/2026).
Rekayasa lalu lintas tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi akan diterapkan secara bertahap di beberapa lokasi lain, yakni Simpang Wika dan kawasan Pasar Buton. “Ini langkah bertahap. Setelah Agung Tunggal, akan dilanjutkan ke Simpang Wika dan Pasar Buton,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Dishub telah menempatkan beton pembatas (beton block) di lokasi tersebut. Jumlahnya akan ditambah sekitar 40 hingga 50 unit guna menutup akses jalan secara maksimal hingga mendekati traffic light di depan Roti Tiam.
Penutupan akses tersebut bersifat permanen, namun tetap akan dievaluasi secara berkala untuk melihat dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas.
“Penutupan ini memang permanen, tetapi akan kita evaluasi untuk melihat sejauh mana efektivitasnya dalam mengurangi kemacetan, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja,” papar Fadli.
Dishub juga menyebut sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran. "Termasuk media sosial dan media massa, sebelum kebijakan ini diterapkan," tutup Fadli.
Editor: Aspian Nur