Kapendam Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat, termasuk mahasiswa, merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihargai.
“Setiap suara tentu layak didengar, dan penyampaian aspirasi yang berlangsung tetap berjalan tertib, kondusif, serta menjunjung nilai kebersamaan dan kekeluargaan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu utuh, serta tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan terhadap suatu peristiwa.
“Penting bagi kita semua untuk menyikapi setiap informasi dengan kepala dingin, serta memberi ruang bagi proses yang berjalan agar dapat mengungkap fakta secara utuh, transparan, dan berkeadilan,” jelasnya.
Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga ruang dialog dan penyelesaian persoalan dapat berjalan dengan baik tanpa dipengaruhi opini yang belum tentu lengkap.
Gatot memastikan, pihaknya selalu mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan, termasuk saat menghadapi aksi penyampaian aspirasi.
“Kita tetap humanis kepada adik-adik mahasiswa. Mereka adalah bagian dari kita semua, dan ke depan merekalah yang akan melanjutkan estafet pembangunan,” katanya.
Kodam VI/Mulawarman, lanjut dia, akan terus hadir sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, mahasiswa, dan berbagai pihak, guna menciptakan ruang dialog yang sehat dan konstruktif.
“Mari kita bersama-sama menjaga Kalimantan Timur tetap aman dan damai,” terangnya.
Sebelumnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bersuara menggelar aksi solidaritas untuk Andrie Yunus di depan Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0905/Balikpapan, Selasa (31/3/2026) sore.
Dalam aksi sempat diwarnai ketegangan, sejumlah mahasiswa mengaku di hadang dan alami perlakuan kasar oleh oknum tidak dikenal.
Editor: Erwin