Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib sekaligus menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Kapolresta Balikpapan, Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, mengatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari massa aksi sehari sebelumnya. Hal itu menjadi dasar bagi kepolisian dalam menyiapkan langkah pengamanan secara optimal.
Sebanyak 116 personel diterjunkan dan dipusatkan di kawasan Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat sebagai titik awal pengamanan. Selain personel terbuka dari Satuan Samapta, Polresta juga menyiapkan tim negosiator yang melibatkan polisi wanita (polwan) guna mengedepankan komunikasi persuasif di lapangan.
“Pendekatan yang kami utamakan adalah dialog dan persuasif, agar kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan tetap kondusif,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Pengamanan turut diperkuat dengan kehadiran personel intelijen dan reserse kriminal secara tertutup untuk mengantisipasi potensi pelanggaran hukum selama aksi berlangsung.
Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa aman serta memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tanpa hambatan.
“Polri hadir untuk melayani dan melindungi. Kami pastikan kegiatan masyarakat berjalan dengan baik sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Seluruh rangkaian aksi berlangsung aman dan tertib. Usai kegiatan, personel yang terlibat langsung melaksanakan konsolidasi sebelum kembali ke tugas masing-masing.
Editor: Erwin