Kondisi cuaca panas yang terjadi belakangan ini dinilai dapat berdampak pada ketersediaan air bersih di kota Balikpapan.
Menurutnya, hal utama yang perlu diwaspadai adalah ketersediaan air baku di sejumlah waduk yang menjadi sumber suplai air bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal saja, distribusi air bersih ke pelanggan masih belum sepenuhnya mencukupi, sehingga potensi kemarau panjang bisa memperparah situasi.
“Yang perlu diwaspadai adalah ketersediaan air baku. Dengan kemarau panjang, volume air di waduk tentu akan berkurang. Dalam kondisi normal saja suplai masih kurang, apalagi kalau kemarau berlangsung lama,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Ia berharap musim kemarau yang terjadi tidak berlangsung dalam waktu panjang sehingga dampaknya terhadap pelayanan air bersih dapat diminimalkan.
Fauzi juga menegaskan pihaknya akan terus mendorong Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, terlepas dari kondisi cuaca yang terjadi.
“Apa pun kondisinya, kami di Komisi II akan mendorong PTMB untuk memaksimalkan pelayanan agar keluhan pelanggan bisa diminimalisir,” tambahnya.
Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat sebagai pelanggan untuk memahami kondisi yang terjadi, mengingat faktor cuaca berada di luar kendali manusia.
“Kami berharap masyarakat juga bisa memahami situasi ini, karena kemarau atau hujan bukan kehendak kita. Mari sama-sama bersabar,” pungkasnya.
Editor: Erwin