Hal ini disampaikan Kepala Kantor SAR Balikpapan, Dodi Setyawan saat memaparkan kondisi terkini memasuki hari ke-4 Lebaran dan menyebut kalau aktivitas masyarakat yang meningkat, khususnya di jalur laut dan kawasan wisata pantai, turut meningkatkan risiko kejadian membahayakan manusia.
“Sehingga potensi yang cukup besar masih didominasi kecelakaan di perairan, baik itu kecelakaan kapal maupun kondisi membahayakan manusia,” kata Dodi kepada Korankaltim.com Selasa (24/3/2026) hari ini.
Dalam kurun waktu beberapa hari bahkan telah terjadi beberapa insiden orang jatuh ke laut (man overboard) yang menjadi perhatian serius tim SAR dan terbaru melibatkan penumpang kapal rute Balikpapan menuju Surabaya yang melompat ke laut pada dini hari.
“Ini menjadi evaluasi kami terhadap potensi kejadian serupa yang bisa terjadi, khususnya di wilayah Kalimantan Timur,” tambahnya.
Selain itu, insiden di perairan juga terjadi di wilayah sungai. Di Kutai Timur, sebuah kapal mengalami kecelakaan saat sandar meskipun tidak menimbulkan korban jiwa. Sementara di Balikpapan kapal penyeberangan di kawasan Kampung Baru sempat terdampak hempasan ombak saat bersandar, namun seluruh penumpang berhasil selamat. "Keduanya hanya menimbulkan kerugian materi," ungkap Dodi.
Di tengah potensi tersebut, Basarnas memastikan kondisi umum wilayah Kalimantan Timur hingga hari ke-4 Lebaran masih terkendali. Peningkatan aktivitas masyarakat memang terjadi, terutama di kawasan wisata seperti Pantai Manggar dan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara, namun tidak disertai kejadian menonjol. “Secara umum masih terkendali, tidak ada kejadian yang menonjol,” jelas Dodi.
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, Basarnas mengerahkan personel siaga di sejumlah titik, termasuk di kawasan Pantai Manggar. Selain itu, pemantauan juga dilakukan secara mobile di berbagai lokasi keramaian.
Disektor perairan, patroli laut turut ditingkatkan dengan mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Wisanggeni untuk memantau aktivitas di sekitar Pelabuhan Semayang serta kawasan wisata pantai di Balikpapan. “Monitoring kami lakukan juga melalui jalur laut, untuk memastikan respon cepat apabila terjadi kondisi darurat,” sebutnya.
Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai kemacetan parah hingga lalu lintas lumpuh total, Dodi menegaskan hal tersebut tidak benar. Menurutnya, kepadatan memang terjadi, namun masih dalam kondisi normal dan tidak sampai menyebabkan kelumpuhan arus lalu lintas.
Editor: Aspian Nur